Connect with us

Berita

Sebanyak 200 Unit Hunian Sementara Dibangun di Tapanuli Selatan

Sebanyak 200 huntara dibangun di Tapanuli Selatan oleh PT Nindya Karya dan Danantara melalui program BUMN Peduli.

Logompn

Published

on

Sebanyak 200 unit hunian sementara dibangun di tapanuli selatan
Sebanyak 200 Unit Hunian Sementara Dibangun di Tapanuli Selatan. Gambar: Dok. Nindya Karya

MPN Indonesia 16 Januari 2026 - Sebanyak 200 unit hunian sementara (huntara) dibangun di Kabupaten Tapanuli Selatan sebagai bagian dari program pemulihan pascabencana di wilayah Sumatra.

Pembangunan dilakukan oleh PT Nindya Karya yang bersinergi dengan Danantara Indonesia melalui program BUMN Peduli.

Proyek ini dimaksudkan sebagai solusi tempat tinggal transisi yang aman dan manusiawi bagi masyarakat terdampak bencana alam.

Pembangunan huntara ini dimulai pada Jumat (16/1) dengan menggunakan sistem modular berbahan baja ringan yang telah teruji kualitasnya.

Sistem ini memungkinkan konstruksi dilakukan lebih cepat tanpa mengurangi kekuatan dan kenyamanan struktur bangunan.

Kawasan huntara dilengkapi dengan berbagai fasilitas umum untuk mendukung kebutuhan dasar dan aktivitas sosial warga.

“Dengan hadirnya hunian sementara ini merupakan upaya kami dalam mendukung masa transisi masyarakat yang terdampak bencana Sumatra dari fase tanggap darurat menuju tahap pemulihan. Tentunya dengan hunian yang nyaman dan didukung dengan fasilitas pendukung aktivitas masyarakat sehari-hari,” ujar Direktur Utama PT Nindya Karya, Firmansyah, dalam keterangan tertulis pada Jumat (16/1).

Fasilitas Pendukung dan Sistem Konstruksi

Seluruh huntara dirancang untuk menjadi tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman selama masa pemulihan.

Dalam kawasan huntara, disediakan fasilitas umum berupa 40 unit toilet, 4 dapur umum, dan 4 musala.

Fasilitas ini ditujukan untuk menunjang kebutuhan dasar masyarakat serta mendukung aktivitas harian secara kolektif selama tinggal di hunian sementara.

Firmansyah menjelaskan bahwa penggunaan sistem konstruksi modular berbahan baja ringan memungkinkan pembangunan dilakukan lebih cepat tanpa mengurangi mutu bangunan.

Hunian ini dirancang untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat selama masa transisi.

Tidak hanya tempat berteduh, tetapi juga ruang yang mendukung aktivitas sehari-hari warga.

Baca Juga:  Bantaran Sungai Bogor Longsor, Nenek 61 Tahun Tertimbun Rumah Roboh

Program ini disambut positif oleh masyarakat yang sebelumnya harus beradaptasi dengan kondisi darurat pascabencana.

Proyek pembangunan 200 huntara ini merupakan bagian dari bantuan pemerintah melalui kolaborasi antara BUMN dan pihak swasta dalam mendukung pemulihan bencana alam di Sumatra.

Program BUMN Peduli menjadi jembatan antara fase darurat dan masa pemulihan jangka panjang, memungkinkan masyarakat memiliki tempat tinggal sementara sebelum kembali ke hunian permanen.

Pengerjaan huntara dilakukan secara paralel dengan percepatan pembangunan infrastruktur pendukung agar masyarakat terdampak dapat segera menempati hunian yang layak.

Upaya ini merupakan bagian dari penguatan pemulihan pascabencana yang sedang berlangsung di berbagai wilayah terdampak di Sumatra, dengan Tapanuli Selatan sebagai salah satu titik fokus.

(AKM/NID/RAD)

Trending