Connect with us

Ekonomi

Nilai Tukar Rupiah Anjlok, Purbaya: Ada yang Aneh, Tanya ke BI

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melemah hingga mendekati Rp17 ribu per dolar AS pada perdagangan Selasa (20/1).

Logompn

Published

on

Nilai tukar rupiah anjlok, purbaya ada yang aneh, tanya ke bi
Nilai Tukar Rupiah Anjlok, Purbaya: Ada yang Aneh, Tanya ke BI | Gambar: Instagram/@menkeuri

MPN Indonesia 21 Januari 2026 - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melemah hingga mendekati Rp17 ribu per dolar AS pada perdagangan Selasa (20/1).

Kemarin rupiah tercatat ditutup melemah 0,05 persen di pasar spot ke level Rp16.950 per dolar AS.

Kondisi ini menjadikan posisi penutupan rupiah sebagai yang terlemah sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

Purbaya: Ada yang Aneh kan?

Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah seharusnya menjadi kewenangan Bank Indonesia (BI) untuk menjelaskan.

Ia mempertanyakan anjloknya nilai tukar rupiah di tengah derasnya aliran dana asing ke pasar modal Indonesia.

“Ketika kapital masuk ke sini besar, kenapa rupiahnya melemah? Coba tanya mereka (BI) deh, karena saya enggak bisa intervensi untuk menjelaskan, nah itu kan otoritas bank sentral,” ujar Purbaya kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (20/1).

Purbaya juga menilai kondisi pasar saham yang menguat seharusnya menandakan masuknya modal asing dan menambah pasokan dolar, sehingga rupiah tidak seharusnya melemah.

“Anda tanya ke Bank Sentral aja apa yang terjadi. Enggak ada alasan rupiah melemah ketika modal masuk ke sini, ya kan? Menurut Anda gimana? Makanya ada yang aneh kan? Anda tanya ke Bank Sentral,” ujar Purbaya.

Kondisi Geopolitik

Pelemahan nilai tukar mata uang rupiah ini terjadi di tengah tekanan eksternal dan domestik.

Dari sisi global, tensi geopolitik seperti perselisihan antara Amerika Serikat dan Eropa terkait Greenland serta ancaman tarif 10–25 persen dari AS memicu kekhawatiran perang dagang baru.

Di pasar offshore, kontrak Non-Deliverable Forward (NDF) rupiah tercatat di level Rp16.995 per dolar AS, melemah 0,14 persen.

Baca Juga:  Masih Tahap Uji Coba, Payment ID Tak Diluncurkan Bulan Ini

Tekanan ini terjadi meskipun indeks dolar AS terhadap mata uang Asia tercatat melemah 0,53 persen ke level 98,870.

(AKM/NID/RAD)

Trending