Connect with us

Berita

Pramono Siapkan Opsi WFH dan PJJ jika Cuaca Ekstrem Melanda Jakarta

Pemprov DKI Jakarta menyiapkan opsi WFH dan PJJ jika cuaca ekstrem memicu banjir di hari kerja demi keselamatan dan kelancaran aktivitas warga.

Logompn

Published

on

Pramono siapkan opsi wfh dan pjj jika cuaca ekstrem melanda jakarta
Pramono di Balai Kota. Gambar: Instagram/@pramonoanungw.

MPN Indonesia 22 Januari 2026 - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan opsi kebijakan bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai langkah antisipasi terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan banjir di Ibu Kota.

Kebijakan ini akan diterapkan apabila hujan deras terjadi di hari kerja dan mengganggu aktivitas warga.

“Kalau memang akan terulang kembali, dan mudah-mudahan tidak ya, karena kemarin ketika curah hujan di hari Sabtu–Minggu, kebetulan kan lagi libur panjang. Sehingga tidak memerlukan work from home. Tetapi kalau kemudian ada indikasi seperti itu dan di hari biasa, saya akan memutuskan untuk dilakukan work from home, terutama untuk anak-anak didik kita,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/1).

Keputusan ini dipertimbangkan karena curah hujan tinggi yang terjadi beberapa waktu lalu sempat menyebabkan genangan banjir di sejumlah wilayah Jakarta.

Pramono menegaskan bahwa opsi WFH dan PJJ hanya akan diberlakukan jika banjir dinilai cukup mengganggu aktivitas dan keselamatan warga pada hari kerja.

Pemprov Maksimalkan OMC dan Fasilitas Pompa Air

Sebagai bagian dari kebijakan publik menghadapi cuaca ekstrem, Pemprov DKI Jakarta juga telah mempersiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dirancang berlangsung selama satu bulan penuh.

Biasanya, anggaran OMC hanya disiapkan untuk durasi 1–3 hari. Pramono menyebutkan langkah ini diambil mengingat kondisi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan berlangsung.

“Biasanya hanya satu, dua, tiga hari. Kenapa itu kami lakukan? Kami tidak pengin kemudian apa ya, karena ini memang cuaca-cuaca ini lagi ekstrem sekali,” ujar Pramono.

Baca Juga:  Pemkot Tangerang Berencana akan Bangun Kawasan Transit Oriented Development

Pramono juga menjelaskan bahwa hampir seluruh wilayah di sepanjang Pantai Utara Jawa mengalami banjir saat hujan deras melanda.

Akan tetapi, Jakarta bisa mengalami penyurutan banjir lebih cepat karena fasilitas pompa air yang memadai.

“Hampir sepanjang Pantai Utara Jawa hari ini juga masih kebanjiran semua. Tetapi kenapa di Jakarta bisa cepat surut? Karena memang fasilitas pompanya cukup untuk melakukan itu. Walaupun, kalau kemudian curah hujannya rata-rata seperti hari Sabtu–Minggu di atas 250, itu pasti akan terjadi genangan banjir di mana-mana,” katanya.

Tidak Ada Pengurangan Anggaran Penanganan Cuaca Ekstrem

Pramono menegaskan bahwa tidak ada pemangkasan anggaran dalam penanganan cuaca ekstrem di Jakarta.

Seluruh program, mulai dari normalisasi sungai seperti Ciliwung dan Krukut, pembelian pompa baru, hingga pelaksanaan OMC tetap berjalan sesuai rencana.

“Hal yang berkaitan dengan penanganan cuaca buruk, normalisasi sungai seperti Ciliwung dan Krukut, termasuk pembelian pompa-pompa baru, saya tekankan tidak ada pengurangan anggaran,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Sabtu (17/1), hujan ekstrem yang tidak terprediksi sempat menyebabkan banjir di beberapa titik di Jakarta.

Pramono menyebut curah hujan saat itu mencapai 260 mm hingga 280 mm, sehingga OMC belum dapat dilakukan. Oleh karena itu, OMC tidak dilakukan pada hari tersebut.

Akan tetapi, ternyata curah hujan pada hari itu lebih tinggi dari prakiraan.

Keesokan harinya, Minggu (18/1), Pemprov DKI langsung menggelar tiga kali penerbangan OMC untuk menekan dampak banjir.

OMC yang dilakukan pada Minggu justru meringankan wilayah di Jakarta yang terdampak banjir.

(AKM/NID/RAD)

Trending