Connect with us

Politik

Dedi Mulyadi Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor di Cisarua Bandung Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun langsung memantau evakuasi dan menyiapkan relokasi warga.

Logompn

Published

on

Dedi mulyadi turun langsung evakuasi korban longsor di cisarua bandung barat
Dedi Mulyadi turun langsung evakuasi korban longsor Cisarua Bandung Barat. Gambar: YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL.

Jawa Barat, MPN Indonesia 26 Januari 2026 - Bencana alam tanah longsor melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, pada Sabtu (24/1) dini hari.

Peristiwa ini mengakibatkan 10 orang meninggal, 82 orang dinyatakan hilang, dan 400 orang terpaksa mengungsi.

Dalam kejadian tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung ke lokasi untuk memantau dan membantu proses evakuasi.

Ia tiba di lokasi sekitar pukul 14.45 WIB dengan mengenakan pakaian serba putih dan sepatu bot, menyusuri titik longsor di lereng Gunung Burangrang bersama tim gabungan.

Proses evakuasi berlangsung dalam kondisi cuaca buruk, medan sulit, dan keterbatasan alat.

Dalam proses pencarian, Dedi Mulyadi bersama petugas gabungan menemukan tiga jenazah pada pukul 15.00 WIB.

Salah satu jenazah membutuhkan waktu hampir empat jam untuk dievakuasi.

“Saya tadi ikut mengevakuasi satu jenazah yang mengambilnya menghabiskan waktu hampir empat jam tapi bisa terangkat,” ujarnya kepada wartawan.

Dalam keterangannya, Dedi menyebut total enam jenazah telah ditemukan.

Kesulitan Evakuasi dan Temuan korban

Evakuasi korban mengalami kendala besar karena tanah bertumpuk dan posisi jenazah yang tertimbun cukup dalam serta terjepit material longsoran seperti kayu dan batu.

“Ya, pasti proses evakuasinya mengalami kesulitan. Satu, tanahnya, kan, bertumpuk dan potensi orang bisa tenggelam tanah sehingga kita harus hati-hati,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL pada Senin (26/1).

Ia juga menjelaskan posisi jenazah yang menyulitkan proses evakuasi.

“Yang kedua, posisi orang, kan, lagi tidur. Karena lagi tidur, tergulung oleh kasur, tergulung oleh selimut, kemudian datang pohon, datang batu, kemudian ada dalam sela-sela batu dan pohon itu. Memang agak sulit, tapi mudah-mudahan nanti secara bertahap bisa diangkat,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemerintah Kirim 65 Ton Bantuan untuk Korban NTT

Selain tim gabungan, warga setempat juga turut membantu pencarian.

Tindakan Lanjutan untuk Korban Selamat

Setelah meninjau kondisi di lapangan dan bertemu para penyintas, Dedi Mulyadi memutuskan agar para korban selamat tidak mengungsi di sekitar lokasi bencana.

Ia menyediakan dana bantuan sebesar Rp10 juta per keluarga untuk menyewa tempat tinggal sementara.

“Daripada numpuk di sini, lebih baik cari kontrakan atau tinggal di saudaranya. Setiap kepala keluarga kita siapkan Rp10 juta untuk bekal hidupnya, ya. Jadi, tidak lagi ada numpuk orang di sini, tidur di sini, nanti teh riweuh,” ujar Dedi.

Ia juga menegaskan bahwa warga tidak akan diizinkan kembali tinggal di kawasan terdampak longsor.

“Jadi, setelah ini, warga di sekitar sini segera direlokasi dan ini dihutankan karena potensi terjadi lagi sangat tinggi,” tegasnya.

Keputusan tersebut diambil untuk menghindari risiko bencana alam serupa di masa mendatang serta fokus pada pemulihan dan penyelesaian pencarian korban yang masih tertimbun.

(AKM/NID/RAD)

Trending