Viral
Keroyok Guru SMK hingga Babak Belur, Lima Oknum TNI di Sulut Ditahan
Seorang guru SMK menjadi korban pengeroyokan oleh lima oknum anggota TNI AL di Pelabuhan Umum Melonguane, Sulawesi Utara.
Sulawesi Utara, MPN Indonesia 27 Januari 2026 - Seorang guru SMK berinisial BS menjadi korban pengeroyokan oleh lima oknum anggota TNI Angkatan Laut (AL) di Pelabuhan Umum Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Kamis malam (22/1) sekitar pukul 23.30 Wita.
Korban saat itu tengah memancing bersama rekan-rekannya. Ia merasa terganggu oleh sekelompok anggota TNI AL yang dalam pengaruh minuman keras dan berteriak-teriak.
Korban pun menegur para pelaku. Namun para pelaku tak terima hingga terjadi pengeroyokan brutal yang menyebabkan korban mengalami luka serius.
Para Pelaku Diamankan
Lima prajurit TNI AL yang diduga terlibat telah diamankan oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom) TNI AL dan sedang menjalani pemeriksaan.
“Oknum anggota TNI AL yang terlibat langsung telah diamankan oleh Detasemen Polisi Militer TNI Angkatan Laut untuk menjalani pemeriksaan intensif dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, Minggu (25/1).
Dery juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas insiden ini dan menegaskan bahwa TNI AL tidak mentolerir pelanggaran hukum oleh anggotanya.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto juga memastikan bahwa kelima prajurit akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
Kronologi Kejadian
Menurut tokoh adat Talaud, Godfried Timpua, pengeroyokan bermula saat korban BS memancing bersama temannya dan merasa terganggu oleh anggota Lanal Melonguane yang dalam kondisi mabuk.
“Korban sedang memancing di pelabuhan bersama teman-teman dan merasa terganggu oleh anggota Lanal yang mabuk, mereka berteriak-teriak memaki,” ungkap Godfried, dikutip MPN Indonesia dari detikSulsel.
Setelah ditegur, para pelaku tidak terima dan langsung menyerang korban.
“Tak terima ditegur, anggota TNI AL bersama teman-temannya langsung mengeroyok korban sampai babak belur,” lanjutnya.
“Adalagi korban yang dilempar oleh oknum pengeroyok ke laut. Korban tidak bisa berenang, syukur warga segera menyelamatkan,” tambah dia.
Massa Datangi Mako Lanal Melonguane
Insiden ini memicu amarah warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Adat Talaud.
Mereka menggerebek Mako Lanal Melonguane pada Jumat (23/1), yang berujung pada kericuhan dan perusakan fasilitas markas.
“Saya juga kaget karena tiba-tiba sudah ada gelombang massa. Di sana kami ingin meminta keadilan,” kata Godfried.
Sampaikan Permintaan Maaf
Pihak TNI memastikan proses hukum terhadap kelima prajurit akan dijalankan sesuai aturan yang berlaku.
Dery menyatakan TNI telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan tokoh adat untuk meredam ketegangan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Melonguane atas ketidaknyamanan yang terjadi serta menegaskan bahwa peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi serius dalam pembinaan personel,” ujar Dery.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
