Berita
Stasiun Jatake Beroperasi Hari Ini, Layani Rute Tanah Abang-Rangkasbitung
Stasiun Jatake mulai resmi beroperasi hari ini, Rabu (28/1), dengan melayani rute Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung.
MPN Indonesia 28 Januari 2026 - Stasiun Jatake mulai resmi beroperasi hari ini, Rabu (28/1), dengan melayani rute Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung.
Stasiun ini terletak di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, di antara Stasiun Parungpanjang dan Cicayur.
“Betul (mulai beroperasi hari ini),” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, dikutip MPN Indonesia dari CNBC.
Rute KRL Tanah Abang – Rangkasbitung
Pengoperasian Stasiun Jatake menambah simpul transportasi umum pada green line Commuter Line dan bertujuan meningkatkan aksesibilitas masyarakat dan pekerja di kawasan penyangga Jakarta.
Rangkaian rute Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung kini mencakup Tanah Abang – Palmerah – Kebayoran – Pondok Ranji – Jurang Mangu – Sudimara – Rawa Buntu – Serpong – Cisauk – Cicayur – Jatake – Parung Panjang – Cilejit – Daru – Tenjo – Tigaraksa – Cikoya – Maja – Citeras – Rangkasbitung.
Stasiun ini dirancang untuk menjawab kebutuhan transportasi massal yang efisien dengan waktu tempuh lebih singkat dan biaya terjangkau.
Hal ini sejalan dengan pertumbuhan jumlah pengguna KRL Tanah Abang–Rangkasbitung yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyampaikan bahwa jumlah pengguna Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung menunjukkan peningkatan konsisten sejak 2021 setelah penurunan akibat pandemi.
Anne juga menjelaskan bahwa pola ini menunjukkan Commuter Line sebagai moda utama mobilitas ekonomi masyarakat penyangga Jakarta.
“Peningkatan kebutuhan transportasi massal berkorelasi erat dengan karakter demografi dan struktur aktivitas ekonomi Kabupaten Tangerang,” ujarnya.
Mulai Dibangun pada 2024
Stasiun Jatake mulai dibangun pada 2024 melalui skema creative financing antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land) dengan konsep transit oriented development (TOD).
Bangunan tiga lantai ini berdiri di atas lahan seluas 2.435 meter persegi dan dirancang untuk melayani hingga 20.000 penumpang per hari.
Fasilitas pendukung meliputi area parkir untuk kendaraan roda dua, roda empat, dan sepeda.
Selain itu, tersedia juga lahan pengembangan seluas sekitar 4.000 meter persegi untuk integrasi antarmoda.
Sebelum mulai beroperasi, stasiun ini telah melalui tahap uji fungsi dan simulasi operasional bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan pada awal Januari 2026.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
