Connect with us

Internasional

Kim Jong Un Diisukan Takut Diculik Donald Trump

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dikabarkan ketakutan terhadap kemungkinan diculik oleh Amerika Serikat.

Logompn

Published

on

Kim jong un diisukan takut diculik donald trump
Kim Jong Un Diisukan Takut Diculik Donald Trump | Gambar: KCNA

MPN Indonesia 30 Januari 2026 - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dikabarkan ketakutan terhadap kemungkinan diculik oleh Amerika Serikat seperti yang terjadi pada Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

Isu tersebut diungkap oleh mantan diplomat Korea Utara, Lee Il Kyu, yang kini membelot ke Korea Selatan sejak November 2023.

“Kim pasti merasa bahwa apa yang disebut operasi ‘pemenggalan kepala’ benar-benar mungkin akan terjadi,” kata Lee, dikutip MPN Indonesia dari AFP, Jumat (30/1).

Lee menyatakan bahwa evakuasi kilat AS di Venezuela bisa menjadi skenario terburuk yang sangat ditakuti oleh Kim Jong Un.

Peristiwa ini dinilai memicu kepanikan dalam struktur pemerintahan Korea Utara yang sangat terobsesi dengan isu keamanan.

Ganti Pejabat Keamanan

Menurut Lee, kemungkinan serangan terhadap Kim membuat sang pemimpin akan mengambil langkah ekstrem, termasuk merombak sistem keamanan pribadinya.

Hal ini diperkuat dengan laporan bahwa pekan lalu, Kim Jong Un memecat dan mengganti tiga pejabat senior yang bertanggung jawab atas pengamanan dirinya.

Kementerian Unifikasi Korea Selatan melaporkan bahwa perubahan internal keamanan Korea Utara terdeteksi saat parade militer pada Oktober lalu.

Saat itu, tiga lembaga negara yang mengelola keamanan Kim Jong Un mengalami pergantian pimpinan.

Perubahan tersebut mencakup Komando Pengawal yang bertugas menangani langkah-langkah pertahanan terhadap potensi serangan drone maupun ancaman elektronik.

Sosok Lee Il Kyu

Lee Il Kyu, mantan penasihat politik Korea Utara di Kuba selama 2019 hingga 2023, sebelumnya berperan dalam berbagai misi diplomatik, termasuk negosiasi pembebasan kapal Korut yang ditahan di Panama pada 2013.

Ia juga pernah ditugaskan untuk mencegah Kuba menjalin hubungan dengan Korea Selatan, namun gagal.

Baca Juga:  Usai Menlu Iran ke China, Kini Donald Trump Temui Xi Jinping di Beijing

Rasa frustrasi terhadap sistem pemerintahan Korea Utara membuatnya membelot ke Selatan.

“Saya sudah muak,” ungkap Lee soal tekanan berat yang ia alami selama menjadi bagian dari sistem politik Korea Utara.

(ADN/NID/RAD)

Trending