Connect with us

Internasional

Presiden Iran Telepon Pangeran MBS usai Kapal AS Merapat ke Timur Tengah

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menghubungi Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) melalui sambungan telepon.

Logompn

Published

on

Iran telepon pangeran mbs usai kapal as merapat ke timur tengah
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) | Gambar: Saudi Press Agency

MPN Indonesia 30 Januari 2026 - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menghubungi Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) melalui sambungan telepon pada Selasa (27/1).

Hal itu dilakukan menyusul kedatangan kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Abraham Lincoln ke kawasan Timur Tengah.

Kontak diplomatik Iran dan Saudi itu dilakukan di tengah meningkatnya eskalasi politik internasional yang memicu kekhawatiran atas potensi konflik internasional antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Isi Percakapan

Dalam percakapan tersebut, Pezeshkian mengecam tindakan Washington yang dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan regional.

“Ancaman tersebut bertujuan untuk mengganggu keamanan kawasan, dan tidak akan menghasilkan apa pun selain ketidakstabilan,” demikian pernyataan resmi dari kantor Presiden Iran, dikutip MPN Indonesia dari Al Jazeera.

Ia juga menegaskan bahwa tekanan dan campur tangan eksternal, termasuk sanksi ekonomi, tidak akan berhasil melemahkan ketahanan dan kesadaran rakyat Iran.

Sebagai tanggapan, Putra Mahkota MBS menyambut upaya dialog dari Teheran dan menyatakan komitmen Arab Saudi untuk menjaga stabilitas kawasan.

“Yang Mulia Putra Mahkota menegaskan selama percakapan telepon tersebut posisi Kerajaan dalam menghormati kedaulatan Iran, menekankan bahwa Kerajaan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya atau wilayahnya digunakan untuk tindakan militer apa pun terhadap Iran atau untuk serangan apa pun dari pihak mana pun, terlepas dari asal-usulnya,” kata Kantor Berita Resmi Saudi (SPA).

Pezeshkian pun menyampaikan apresiasinya atas posisi Arab Saudi yang menolak penggunaan wilayahnya untuk agresi militer terhadap Iran.

“Presiden Iran menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kerajaan atas pendiriannya yang teguh dalam menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Iran, serta menyampaikan apresiasinya atas peran yang diemban oleh Yang Mulia Putra Mahkota dalam mengerahkan upaya dan inisiatif untuk mencapai keamanan dan stabilitas di kawasan tersebut,” kata Kantor Iran.

Baca Juga:  Eks Presiden Korsel, Yoon Suk Yeol Dituntut Hukuman Mati terkait Pemberlakuan Darurat Militer

Konflik Iran-AS

Peningkatan ketegangan terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Iran sebagai respons atas tindakan pemerintah Iran terhadap demonstran antipemerintah sepanjang Januari 2026.

Pemerintah AS mengirimkan armada tempur, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln, ke kawasan tersebut.

“Ngomong-ngomong, ada armada indah lainnya yang berlayar dengan indah menuju Iran saat ini. Jadi kita lihat saja nanti,” kata Trump saat pidato.

Sementara itu, Iran menanggapi pengiriman armada ini dengan mengeluarkan peringatan tegas.

“Negara-negara tetangga adalah teman kami, tetapi jika daratan, langit, atau perairan mereka digunakan untuk melawan Iran, mereka akan dianggap bermusuhan,” kata Deputi Politik Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Mohammad Akbarzadeh, seperti dikutip dari kantor berita Fars.

Situasi ini juga berkaitan dengan konflik yang terjadi pada Juni 2025, ketika Israel melancarkan serangan udara ke Iran yang menargetkan pejabat militer senior, ilmuwan nuklir, dan fasilitas nuklir.

Serangan ini memicu perang selama 12 hari yang melibatkan AS. Dalam konflik tersebut, AS membombardir tiga situs nuklir Iran.

(ADN/NID/RAD)

Trending