Connect with us

Teknologi

Elon Musk dan Bos Telegram Tuding WhatsApp Tak Aman, Kenapa?

Elon Musk dan Pavel Durov meragukan keamanan WhatsApp setelah muncul gugatan class action terkait klaim privasi Meta.

Logompn

Published

on

Elon Musk dan Bos Telegram Tuding WhatsApp Tak Aman, Kenapa
Musk dan Bos Telegram, Durov. Gambar: Kolase Instagram/@durov dan Dok. Ringo H.W. Chiu.

MPN Indonesia 31 Januari 2026 - Elon Musk, pemilik X Corp, dan Pavel Durov, CEO Telegram, secara terbuka menyatakan keraguan mereka terhadap keamanan privasi WhatsApp.

Pernyataan keduanya muncul setelah tersebarnya kabar gugatan class action terhadap WhatsApp oleh sekelompok penggugat dari berbagai negara.

Gugatan tersebut menuduh Meta Platforms Inc., induk WhatsApp, telah memberikan klaim palsu mengenai privasi dan keamanan aplikasi tersebut, termasuk dugaan kemampuan internal Meta untuk mengakses pesan pengguna.

Gugatan yang diajukan ke Pengadilan Distrik AS di San Francisco ini dilayangkan oleh penggugat dari lima negara, yaitu India, Brasil, Australia, Meksiko, dan Afrika Selatan.

Mereka mengklaim Meta menyimpan, menganalisis, dan dapat mengakses hampir seluruh komunikasi yang seharusnya bersifat pribadi.

Gugatan ini kemudian menjadi bahan perbincangan luas di media sosial, termasuk di platform X, yang dimiliki oleh Elon Musk.

“WhatsApp enggak aman. Bahkan Signal sekalipun dipertanyakan (keamanannya). Pakai X Chat,” ujar Musk di akun X miliknya @elonmusk, dikutip MPN Indonesia pada Sabtu (31/1).

Musk juga menggunakan momen ini untuk mempromosikan fitur percakapan X Chat sebagai alternatif.

Durov pun juga memberi pernyataan terkait isu ini di unggahan X pribadinya.

“Sangat tidak masuk akal mempercayai bahwa WhatsApp benar-benar aman di tahun 2026. Saat kami menganalisis bagaimana WhatsApp mengimplementasikan ‘enkripsi’ mereka, kami temukan sejumlah celah serangan,” ujar Durov di akun X miliknya @durov, dikutip MPN Indonesia pada Sabtu (31/1).

Bantahan dari WhatsApp dan Meta

Menanggapi tudingan tersebut, Head of WhatsApp, Will Cathcart, membantah keras klaim itu melalui akun X miliknya.

“Ini sangat salah. WhatsApp tidak bisa membaca pesan karena kunci enkripsi disimpan di ponsel Anda dan kami tidak punya akses untuk membukanya,” tulisnya melalui akun X nya @wcathcart, dikutip MPN Indonesia pada Sabtu (31/1).

Baca Juga:  Kekayaan Elon Musk Tembus Rp12.155 T, Lebih Tajir dari Ekonomi Belgia-Argentina

Ia menambahkan bahwa gugatan ini berasal dari firma yang sama yang pernah membela NSO, perusahaan yang menciptakan spyware Pegasus.

Meta, sebagai induk WhatsApp, juga menyatakan bahwa tudingan yang disampaikan tidak berdasar dan menyebut gugatan tersebut keliru.

Perusahaan menyatakan siap mengambil langkah hukum terhadap para penggugat.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending