Connect with us

Internasional

Pemerintah Berencana Kirim 8.000 Personel TNI ke Gaza

Indonesia berpotensi kirim 8.000 prajurit TNI ke Gaza sebagai bagian ISF bentukan Board of Peace. Pemerintah masih dalam tahap persiapan.

Logompn

Published

on

Pemerintah bakal Kirim 8.000 Personel TNI ke Gaza
Pemerintah Berencana Kirim 8.000 Personel TNI ke Gaza. Gambar: YouTube/Sekretariat Presiden

MPN Indonesia 11 Februari 2026 - Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan pengiriman sekitar 8.000 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Jalur Gaza, Palestina, sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF).

Rencana ini disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi pada Selasa, (10/2) di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.

Pengiriman ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam mendukung misi Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP), forum internasional yang dibentuk oleh Presiden Donald Trump untuk meredakan konflik di Gaza.

Menurut Prasetyo, ISF akan beranggotakan sekitar 20.000 personel dari berbagai negara, dan Indonesia berpotensi menyumbang 8.000 di antaranya.

“Belum, sedang dibicarakan. Tapi ada kemungkinan kita akan (kirim) kurang lebih di angka 8.000 itu. Total (tentaranya) 20 ribu,” kata Prasetyo kepada awak media.

Meski jumlahnya telah disebutkan, pemerintah belum menetapkan waktu pelaksanaan maupun lokasi penempatan pasukan TNI di wilayah konflik.

Hingga saat ini, Indonesia masih berada dalam tahap persiapan dan menunggu kesepakatan internasional yang menjadi dasar pengiriman pasukan.

“Belum. Kita baru mempersiapkan diri aja kalau suatu waktu sudah dicapai kesepakatan dan kita harus mengirim pasukan perdamaian tentu itu sebagai sebuah komitmen. Itu akan kita lakukan,” ujar Prasetyo.

Komitmen Indonesia dalam Diplomasi dan Kemanusiaan

Pengiriman personel TNI ke Gaza merupakan bagian dari upaya diplomasi dan hubungan internasional Indonesia, khususnya dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.

Prasetyo menjelaskan, keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace bersama tujuh negara Muslim lainnya mencerminkan komitmen terhadap pengakuan Palestina sebagai negara merdeka serta mendorong bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza.

Baca Juga:  MPN Studio Rilis Film Biografi M.T. Harjono, Bantu Anak Muda Lebih Mengenal M.T. Harjono dari Sekadar Nama Jalan

“Kan yang pasti adalah berkenaan dengan masalah BOP beserta dengan seluruh turunan teknisnya itu kan ini, kan bagian dari komitmen bangsa kita untuk tentu yang pertama kita menghendaki pengakuan kemerdekaan kepada bangsa Palestina,” ucap Prasetyo.

“Yang kedua bagaimana kita melakukan upaya untuk bisa membantu masyarakat di Gaza. Makanya kemudian kita Indonesia beserta dengan 7 negara Muslim yang lain memutuskan untuk bergabung di BoP tersebut,” imbuhnya.

Selain aspek diplomatik, kehadiran pasukan perdamaian di Gaza juga ditujukan untuk membuka jalur bantuan kemanusiaan, termasuk bantuan pangan.

“Setidaknya itu kita berharap akan mengurangi eskalasi konflik yang ada di Gaza sehingga saudara-saudara kita berkurangi penderitaannya. Nah, dengan sekarang proses tersebut, bantuan-bantuan makanan bisa masuk ke Gaza. Yang ini kita berharap meringankan beban saudara-saudara kita di sana,” jelas Prasetyo.

Persiapan TNI dan Koordinasi Antarinstansi

Dari sisi teknis, TNI telah mulai melakukan persiapan untuk memenuhi kebutuhan personel yang akan diberangkatkan.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil koordinasi dari Markas Besar TNI terkait permintaan spesifik mengenai karakter personel yang dibutuhkan untuk misi perdamaian tersebut.

“(Persiapannya) Sudah mulai berlatih orang-orang yang kemungkinan. Kan kita nanti jadi perdamaian, jadi berarti Zeni, kesehatan yang seperti-seperti itu kami siapkan,” ujar Maruli dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan pada Senin, (9/2).

Meski rencana pengiriman pasukan telah disampaikan ke publik, belum ada pengumuman resmi terkait jadwal pemberangkatan, mandat, durasi penugasan, ataupun mekanisme operasional pasukan TNI yang akan terlibat dalam misi di Gaza.

Pemerintah masih menunggu kesepakatan internasional yang sah sebagai dasar hukum pengiriman tersebut.

(ADN/NID/RAD)

Trending