Connect with us

Internasional

Influencer Filipina Meninggal usai Mukbang Kepiting Beracun “Devil Crab”

Mukbang berujung maut, influencer Filipina alami keracunan setelah makan devil crab di Palawan.

Logompn

Published

on

Influencer Filipina Meninggal usai Mukbang Kepiting Beracun
Influencer Filipina Meninggal usai Mukbang Kepiting Beracun. Gambar: TikTok/@nypost

MPN Indonesia 13 Februari 2026 - Seorang influencer kuliner asal Filipina, Emma Amit, dilaporkan meninggal dunia pada (6/2) setelah mengonsumsi kepiting beracun jenis devil crab atau yang dikenal juga sebagai kepiting setan.

Peristiwa luar negeri ini terjadi usai ia membuat video mukbang yang direkam pada Rabu (4/2) di dekat rumahnya di Luzviminda, Puerto Princesa, Palawan, Filipina.

Korban berusia 51 tahun itu terlihat dalam video sedang memanen hasil laut bersama teman-temannya dari hutan bakau sekitar lokasi tinggalnya, kemudian merebus dan menyantap kepiting tersebut.

Tak lama setelah dikonsumsi, Emma mengalami gejala keracunan berat.

Warga melaporkan bahwa ia mulai kejang, bibirnya membiru, dan akhirnya tak sadarkan diri sebelum dinyatakan meninggal dunia dua hari kemudian.

Petugas medis di klinik setempat telah berupaya menyelamatkan nyawanya, namun kondisi Emma terus memburuk hingga akhirnya meninggal saat menjalani perawatan.

Kandungan Kepiting Setan

Berdasarkan hasil investigasi, pada (4/2) Emma Amit dan beberapa rekannya mengumpulkan berbagai jenis hasil laut dari hutan bakau di Luzviminda, Palawan, lalu memasaknya untuk keperluan konten media sosial seperti Facebook dan TikTok.

Di dalam klip video, terlihat Emma tersenyum saat mengangkat kepiting berwarna cerah ke mulutnya dan memakannya.

Keesokan harinya, Emma mulai menunjukkan gejala keracunan seperti kejang-kejang dan bibir yang berubah menjadi biru tua.

Ia pertama kali dilarikan ke klinik, namun karena kondisinya memburuk, ia dipindahkan ke rumah sakit.

Emma akhirnya meninggal dunia dua hari setelah mengonsumsi kepiting tersebut.

Di lokasi rumahnya, petugas menemukan sejumlah cangkang kepiting berwarna cerah yang diidentifikasi sebagai devil crab.

Kepiting jenis ini diketahui menyimpan neurotoksin mematikan seperti saxitoxin dan tetrodotoxin—racun yang sama ditemukan pada ikan buntal—yang menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat.

Respons Pihak Berwenang

Kepala Desa Luzviminda, Laddy Gemang, menyampaikan keheranannya atas kejadian ini mengingat Emma dan suaminya dikenal sebagai nelayan berpengalaman.

Baca Juga:  FBI Buru Pelaku Penembak Charlie Kirk, Sebar Rekaman CCTV di Lokasi

“Ini sangat menyedihkan karena seharusnya mereka sudah tahu. Dia dan suaminya, mereka berdua adalah nelayan. Mereka tinggal di tepi laut, jadi saya tahu mereka tahu tentang kepiting setan yang berbahaya untuk dimakan. Jadi mengapa dia memakannya? Itulah yang membuat saya bingung,” ucap Gemang, dikutip MPN Indonesia melalui Straits Times pada Jumat, (13/2).

Lebih lanjut, Gemang juga memperingatkan masyarakat Puerto Princesa agar berhati-hati terhadap konsumsi hewan laut beracun.

“Jadi kepada warga Puerto Princesa, saya mendesak Anda untuk lebih waspada. Jangan makan kepiting setan berbahaya ini karena telah merenggut dua nyawa di kota kita. Jangan mempertaruhkan hidup Anda,” tambahnya.

Karena itu, pihak berwenang Filipina mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat tidak mengonsumsi hasil laut beracun yang ditangkap dari alam liar tanpa pengetahuan yang memadai.

(ADN/NID/RAD)

Trending