Connect with us

Internasional

Kim Jong Un Dikabarkan Bakal Tunjuk Putrinya yang Berusia 13 Tahun jadi Pewaris Takhta

Intelijen Korsel nilai Kim Ju Ae makin diproyeksikan sebagai penerus Kim Jong Un, berpotensi jadi pemimpin perempuan pertama dinasti Kim.

Logompn

Published

on

Kim Jong Un Tunjuk Putrinya yang Berusia 13 Tahun jadi Pewaris Takhta
Kim Jong Un Dikabarkan Bakal Tunjuk Putrinya yang Berusia 13 Tahun jadi Pewaris Takhta. Gambar: X/@GlobeEyeNews

MPN Indonesia 15 Februari 2026 - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dikabarkan telah memilih putrinya Kim Ju Ae, yang berusia 13 tahun, sebagai pewaris kekuasaan selanjutnya.

Informasi ini disampaikan oleh Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) kepada parlemen pada Kamis, (12/2).

Penunjukan ini mengindikasikan langkah lanjutan dalam upaya memperpanjang kekuasaan dinasti Kim hingga generasi keempat.

Kim Ju Ae semakin sering tampil mendampingi ayahnya dalam berbagai acara resmi, termasuk kunjungan luar negeri ke Beijing pada September 2025, yang merupakan perjalanan internasional pertamanya yang diketahui publik.

“Karena Kim Ju Ae telah menunjukkan kehadirannya di berbagai acara, termasuk peringatan hari jadi Tentara Rakyat Korea dan kunjungannya ke Istana Matahari Kumsusan, dan telah terdeteksi tanda-tanda bahwa ia menyuarakan pendapatnya tentang kebijakan negara tertentu, NIS percaya bahwa ia sekarang telah memasuki tahap untuk ditunjuk sebagai penerus,” ucap anggota parlemen, Lee Seong-kwen, dikutip MPN Indonesia melalui BBC pada Minggu, (15/2).

NIS menyatakan penilaian tersebut dibuat berdasarkan “berbagai keadaan,” termasuk frekuensi kemunculan publik Ju Ae serta indikasi ia mulai memberikan masukan terhadap kebijakan negara.

Penilaian ini disampaikan menjelang Kongres Partai Buruh Korea yang akan digelar akhir Februari, di mana Kim Jong Un diperkirakan akan mengumumkan rencana kebijakan besar untuk lima tahun mendatang.

Awal Kim Ju Ae Muncul ke Publik

Kemunculan publik Kim Ju Ae pertama kali terdeteksi pada November 2022 saat ia tampil bersama ayahnya dalam peluncuran rudal balistik antarbenua Hwasong-17.

Sejak saat itu, ia kerap muncul di media pemerintah Korea Utara dalam berbagai kegiatan kenegaraan, termasuk parade militer dan peluncuran senjata.

Baca Juga:  Deretan Negara yang Punya Senjata Nuklir, Ada Iran?

Dalam beberapa acara, ia terlihat berjalan sejajar dengan Kim Jong Un dan bukan di belakangnya.

Penampilan Ju Ae juga termasuk dalam rangkaian acara resmi seperti upacara pembukaan Zona Wisata Pantai Wonsan Kalma pada 24 Juni 2025, peringatan tahun baru di Istana Matahari Kumsusan, serta pengawasan langsung uji tembak sistem peluncur roket pada Selasa (27/1).

Media pemerintah seperti KCNA menggambarkan Ju Ae sebagai “putri yang paling dicintai,” meski tidak pernah menyebutkan namanya secara langsung.

Keberadaan Ju Ae sebelumnya dikonfirmasi oleh mantan pemain basket AS Dennis Rodman, yang menyatakan kepada The Guardian pada 2013 bahwa ia “menggendong bayi Ju Ae” saat mengunjungi Pyongyang.

Ia diyakini sebagai anak kedua Kim Jong Un dengan istrinya, Ri Sol Ju.

Berpotensi jadi Pemimpin Perempuan Pertama

Kekuasaan Korea Utara secara turun-temurun telah diwariskan sejak Kim Il Sung, dilanjutkan ke Kim Jong Il, dan kini Kim Jong Un.

Penunjukan Kim Ju Ae sebagai penerus berpotensi menjadi pemimpin perempuan pertama dari dinasti tersebut, yang sebelumnya selalu didominasi laki-laki dalam struktur patriarki yang kuat.

Hal ini sempat diragukan banyak analis dan pembelot, namun peningkatan visibilitas publik dan peran aktif Ju Ae mendorong penilaian ulang.

Park Sun-won, anggota parlemen Korea Selatan lainnya, menyatakan bahwa peran Ju Ae dalam berbagai acara telah menunjukkan bahwa “dia telah mulai memberikan masukan kebijakan dan diperlakukan sebagai pemimpin tertinggi kedua secara de facto.”

Langkah Kim Jong Un untuk mengangkat putrinya sebagai penerus juga dinilai sebagai bagian dari strategi stabilisasi internal di tengah tekanan eksternal.

Analis menduga ini merupakan sinyal kepada elit rezim bahwa suksesi telah direncanakan secara matang, terutama di saat negara tersebut menghadapi sanksi internasional dan mempererat hubungan dengan Rusia serta Tiongkok.

Baca Juga:  PM Inggris Keir Starmer Umumkan Mundur dari Jabatannya

Belum Diumumkan secara Resmi

Meski penunjukan Ju Ae masih belum diumumkan secara resmi, sejumlah simbol telah ditampilkan dalam penataan media dan kehadiran acara.

Ia kerap terlihat memberi hormat kepada jenderal, berjalan di karpet merah, serta duduk berdampingan dengan para pejabat militer senior.

“Dia membutuhkan dukungan dari pasukan keamanan internal, komando pertahanan, dan komunitas intelijen untuk mempertahankan kekuasaan dan menegakkan aturan mereka,” ujar Joseph Bermudez Jr. dari CSIS kepada The Post.

Namun, aturan internal partai menyebut bahwa usia minimum untuk keanggotaan adalah 18 tahun, sehingga belum jelas apakah Ju Ae akan menerima jabatan resmi dalam waktu dekat.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending