Connect with us

Internasional

Sara Duterte Siap Maju Pilpres Filipina 2028 di Tengah Ancaman Pemakzulan

Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte, mengumumkan pencalonannya sebagai presiden dalam Pemilihan Umum 2028.

Logompn

Published

on

Terancam Dimakzulkan, Sara Duterte Dikabarkan Siap Maju Pilpres Filipina
Sara Duterte Siap Maju Pilpres Filipina 2028 di Tengah Ancaman Pemakzulan | Gambar: Reuters/Eloisa Lopez

MPN Indonesia 19 Februari 2026 - Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte, mengumumkan pencalonannya sebagai presiden dalam Pemilihan Umum 2028.

Pengumuman itu disampaikan pada Rabu (18/2) di tengah meningkatnya ketegangan politik dengan Presiden Ferdinand Marcos Jr.

Selain itu, langkah ini juga dilakukan saat sang ayah, yang juga merupakan mantan Presiden, Rodrigo Duterte, diadili di Mahkamah Pidana Internasional (ICC), Den Haag.

“Saya Sara Duterte. Saya akan mencalonkan diri sebagai Presiden Filipina,” kata Duterte, dikutip MPN Indonesia dari BBC.

Huru-hara Politik Duterte vs Marcos

Pencalonan ini berlangsung saat Sara Duterte menghadapi serangkaian pengaduan pemakzulan di Dewan Perwakilan Rakyat Filipina.

Dikutip MPN Indonesia dari Al Jazeera, Duterte dituduh melakukan korupsi dan ancaman pembunuhan terhadap Presiden Marcos.

Tindakan hukum juga mengarah ke ayahnya yang ditahan atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam operasi anti-narkoba periode 2016–2022.

Pencalonan Duterte sebagai presiden tersebut sekaligus menjadi titik balik hubungan politik antara dua dinasti, Duterte dan Marcos.

Perseteruan Duterte dan Marcos memuncak sejak 2025, setelah Marcos mengizinkan penangkapan Rodrigo Duterte oleh Interpol atas permintaan ICC.

Sara Duterte Kritik Marcos

Sara Duterte secara terbuka mengkritik Presiden Marcos dalam pidatonya, menyatakan bahwa ketidaktulusan Marcos terlihat sejak awal masa pemerintahan mereka.

“Dalam beberapa bulan pertama masa jabatan kami, saya sudah melihat kurangnya ketulusan Bongbong Marcos Jr. terkait janji-janji yang dibuat selama kampanye, serta sumpah tugasnya kepada bangsa,” ujar Sara.

Ia juga meminta publik untuk memaafkan atas dukungan politiknya kepada Marcos dalam pemilu 2022.

(ADN/NID/RAD)

Baca Juga:  PM Prancis, Francois Bayrou Lengser dari Pemerintahan

Trending