Connect with us

Berita

1 Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng, DPR: Kejar Pelaku sampai Dapat

Penggerebekan jaringan narkotika di Katingan menyebabkan satu anggota polisi gugur, dua hilang, dan satu warga meninggal dunia.

Logompn

Published

on

1 Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng, DPR Kejar Pelaku sampai Dapat
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman. Gambar: YouTube/TVR Parlemen

Kalimantan Tengah, MPN Indonesia 4 Juli 2026 - Satu anggota polisi gugur dan dua lainnya hilang saat operasi penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, pada Kamis (2/7) dini hari.

Peristiwa ini terjadi ketika aparat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait maraknya peredaran narkotika jenis sabu, yang kemudian berkembang menjadi bentrokan antara polisi dan warga di lokasi kejadian.

Kapolres Katingan AKBP Dodik Harono membenarkan insiden tersebut dan menyampaikan kondisi terkini personel yang terlibat dalam operasi penggerebekan jaringan narkotika tersebut.

“Ya benar, satu anggota meninggal dunia dan saat ini dibawa ke RS Bhayangkara Palangka Raya. Dua orang polisi masih kita cari. Kami dibackup Brimob Polda Kalteng. Nanti akan saya update informasi selanjutnya,” ujarnya saat dikonfirmasi detik, dikutip MPN Indonesia pada Sabtu (4/7).

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman juga mendesak penegakan hukum terhadap pelaku.

“Jangan beri ruang sedikit pun bagi bandar narkoba. Kami juga mendesak agar dua anggota polisi yang dilaporkan hilang segera ditemukan dalam kondisi selamat. Kejar pelaku sampai dapat, hukum harus ditegakkan sekeras-kerasnya,” kata Habiburokhman, dikutip MPN Indonesia melalui laman Fraksi Gerindra.

Kronologi Penggerebekan dan Bentrokan

Operasi pemberantasan peredaran narkotika ini dilakukan Satresnarkoba Polres Katingan setelah menerima laporan masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan di Desa Tumbang Kalemei.

Target utama adalah seorang pria berinisial BIO yang diketahui sebagai residivis kasus narkotika, bersama rekannya berinisial BUSU.

Tim yang dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba berangkat pada Rabu (1/7) sekitar pukul 21.00 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 00.30 WIB.

Baca Juga:  Pihak Penyewa Kamar Hotel Hasbi Hasan dengan Windy Idol Mangkir dari Panggilan KPK

Personel dibagi menjadi dua tim, yakni tim penindakan dan tim pendukung.

Dalam proses penangkapan, polisi berhasil mengamankan BIO. Namun, situasi kemudian memanas setelah keluarga target melakukan perlawanan terhadap aparat.

Melihat kondisi yang semakin membahayakan, polisi melepaskan tembakan peringatan.

Namun, karena perlawanan masih berlanjut, aparat melakukan tindakan tegas terukur hingga menyebabkan seorang warga bernama Teriyo (40) meninggal dunia.

Insiden ini memicu kemarahan warga yang kemudian berdatangan membawa senjata tajam, balok kayu, hingga senjata api rakitan.

Karena jumlah massa lebih banyak, tim penindakan mundur dan meminta bantuan tambahan.

Dalam situasi terdesak, sejumlah anggota polisi terpaksa melarikan diri, termasuk dengan cara terjun ke sungai dan berlindung di pulau kecil di tengah aliran sungai.

Tim pendukung yang berada di kendaraan sempat dihadang massa, tetapi berhasil meloloskan diri dan mencapai Polsek Katingan Tengah.

Korban dan Proses Pencarian

Dalam peristiwa tersebut, korban yang tercatat meliputi satu anggota polisi gugur, dua anggota hilang, dan satu warga sipil meninggal dunia.

Anggota polisi yang gugur diketahui bernama Aiptu Yudhie Perdana Putra, yang meninggal akibat luka senjata tajam.

Dua anggota polisi yang masih dinyatakan hilang adalah Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana.

Hingga Jumat (3/7), pencarian terhadap keduanya masih terus dilakukan di sepanjang aliran sungai di lokasi kejadian.

“Belum ditemukan,” kata AKBP Dodik Harono terkait proses pencarian tersebut.

Sementara itu, lima anggota lainnya berhasil menyelamatkan diri setelah mencapai tepian sungai dan berlindung di kawasan hutan sebelum akhirnya dievakuasi.

Jenazah anggota polisi yang gugur telah dibawa ke rumah duka di Kasongan, Kalimantan Tengah, pada Jumat (3/7) pagi untuk proses lebih lanjut.

Baca Juga:  Sidang Dakwaan Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer Digelar Hari Ini

Respons DPR RI dan Dukungan Penegakan Hukum

Habiburokhman turut menyampaikan duka cita atas gugurnya anggota polisi dalam operasi pemberantasan peredaran narkotika tersebut.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Saya selaku Ketua Komisi III DPR RI beserta seluruh jajaran menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas gugurnya Aiptu Yudhie Perdana Putra, Kanit 3 Satresnarkoba Polres Katingan, saat menjalankan tugas dalam penggerebekan bandar narkoba di Katingan, Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya penindakan tegas terhadap pelaku yang terlibat dalam penyerangan terhadap polisi.

DPR RI melalui Komisi III meminta aparat untuk mengusut tuntas kasus kriminal ini serta membongkar jaringan narkotika yang terlibat dalam peristiwa tersebut di Kalimantan Tengah.

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menyatakan akan memberikan dukungan penuh kepada jajaran di lapangan dalam menangani kasus ini.

“Kami akan melakukan backup penuh terhadap jajaran di lapangan, baik dalam proses pencarian anggota yang masih belum ditemukan, pengamanan wilayah, maupun pengungkapan tuntas jaringan narkotika dan pelaku penyerangan terhadap anggota Polri,” kata Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso.

Selain itu, evaluasi terhadap operasi pemberantasan peredaran narkotika juga akan dilakukan guna memastikan kesiapan personel dalam menghadapi potensi ancaman di lapangan.

“Setiap pelaksanaan penindakan harus dipersiapkan secara matang, mulai dari perencanaan operasi, pemetaan potensi ancaman, hingga kekuatan personel dan perlengkapan. Keselamatan anggota merupakan prioritas tanpa mengurangi ketegasan dalam pemberantasan narkotika,” tegasnya.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyisiran di lokasi kejadian serta memperkuat pengamanan di Desa Tumbang Kalemei untuk mengantisipasi potensi bentrokan susulan.

(AKM/NID/RAD)

Trending