Connect with us

Berita

1,7 Juta Kendaraan Melintasi Jalur Puncak Selama Operasi Ketupat Lodaya 2025

1,7 juta kendaraan melintasi jalur wisata Puncak, Bogor selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2025.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 04 09t143506.654
Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Rizky Guntama saat ditemui di Pospam Simpang Gadog, Ciawi, Selasa (8/4) | Gambar: MPN Indonesia/Dimas

MPN Indonesia 9 April 2025 - Sebanyak 1,7 juta kendaraan tercatat melintasi jalur wisata Puncak, Bogor, Jawa Barat selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2025.

Data ini dihimpun oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bogor sejak dimulainya operasi pengamanan pada 23 Maret hingga 8 April 2025.

“Untuk saat ini jumlah kendaraan yang tercatat dari awal operasi sampai dengan hari ini 1,7 juta kendaraan yang naik turun, didominasi oleh roda dua,” ujar Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Rizky Guntama kepada MPN Indonesia di Pospam Simpang Gadog, Ciawi, Selasa (8/4).

Terapkan Sistem One Way

Sebagai bagian dari pengaturan arus lalu lintas, Satlantas Polres Bogor menerapkan sistem rekayasa lalu lintas one way.

Tercatat, one way ke arah Puncak dilakukan sebanyak tujuh kali, sedangkan ke arah Jakarta dilakukan delapan kali sepanjang periode operasi.

Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama masa mudik dan libur lebaran.

H+6 Lebaran Terjadi Lonjakan Arus Kendaraan

Peningkatan signifikan volume kendaraan terjadi pada H+6 lebaran, tepatnya hari Minggu (6/4). Pada hari tersebut, sekitar 120 ribu kendaraan tercatat meninggalkan kawasan Puncak.

“Volume kendaraan yang turun terjadi 2 hari yang lalu, di mana yang naik dan yang turun hampir sama. Total jumlah yang naik dan yang turun sekitar 120 ribu kendaraan, tetap masih didominasi roda dua,” ujar Rizky.

(DIM/NID/RAD)

Baca Juga:  68 Koperasi Desa Merah Putih di Bogor Resmi Dibentuk

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending