Connect with us

Berita

230 Kuota Beasiswa Kemenag 2025 Disiapkan untuk Program S2 dan S3

BIB Kemenag 2025 hanya buka 230 kuota S2 dan S3 dalam negeri. Pendaftar membludak hingga 13.624 orang, seleksi dilakukan dengan tahapan ketat.

Logompn

Published

on

230 kuota beasiswa kemenag 2025 disiapkan untuk program s2 dan s3
Ilustrasi Topi Toga dan Kertas Kelulusan. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 24 Juli 2025 - Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) dari Kementerian Agama (Kemenag) selalu menjadi salah satu program beasiswa yang paling diminati.

Tahun ini, Kemenag hanya menyediakan 230 kuota beasiswa pendidikan untuk jenjang S2 dan S3 dalam negeri.

Meski jumlahnya tergolong terbatas, animo masyarakat tetap membludak, menunjukkan tingginya kebutuhan akan dukungan pembiayaan pendidikan tinggi di Indonesia.

Menurut data terbaru, jumlah pendaftar BIB Kemenag tahun ini mencapai 13.624 orang, dengan sekitar 33% di antaranya memilih jalur beasiswa S2 dan S3 dalam negeri.

Besarnya jumlah pendaftar ini membuat persaingan semakin ketat dan seleksi dilakukan melalui beberapa tahapan yang komprehensif.

Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag, Ruchman Basori, menegaskan bahwa seleksi BIB 2025 berlangsung dengan sistem penilaian yang kompetitif untuk memastikan penerima beasiswa benar-benar berkualitas.

“Sementara kuota yang akan diambil terbatas, sehingga sangat kompetitif,” ujar Ruchman saat meninjau pelaksanaan tes wawancara BIB 2025 hari ke-8 di Pusdiklat Keagamaan Ciputat, Selasa (22/7).

S2 dan S3 Masih Jadi Prioritas

Ruchman menjelaskan bahwa alumni perguruan tinggi keagamaan menjadi kelompok pendaftar terbanyak.

Menurutnya, antusiasme ini mencerminkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang pendidikan dan keagamaan.

“Studi S2 apalagi S3 masih dianggap berbiaya mahal, karenanya kehadiran pemerintah sangat penting untuk menjamin kelancaran studi,” jelasnya.

Ia menambahkan, jumlah dosen bergelar doktor di Indonesia masih perlu ditingkatkan sesuai amanat Undang-Undang Guru dan Dosen.

Beasiswa seperti BIB menjadi salah satu langkah strategis untuk mencetak lebih banyak tenaga pendidik berkualifikasi tinggi.

Baca Juga:  5 Cara Ampuh Ajarkan Anak Cara Bersosialisasi dengan Orang Lain

Seleksi Ketat dengan Beberapa Tahapan

Untuk beasiswa S2 dalam negeri, dari 4.455 pendaftar, sebanyak 3.214 orang mengikuti seleksi administrasi.

Dari jumlah tersebut, hanya 1.779 peserta yang lolos untuk mengikuti tes akademik dan bakat skolastik, dan kini hanya 527 peserta yang berhasil maju ke tahap wawancara.

Sementara itu, pada kategori S3 dalam negeri, dari total 1.241 pendaftar, hanya 874 peserta yang lolos administrasi.

Dari jumlah itu, 483 orang berhasil melewati seleksi akademik dan bakat skolastik.

Harapan dan Pesan

Ruchman mengingatkan bahwa seleksi BIB, khususnya untuk jenjang S2 dan S3, membutuhkan persiapan yang matang.

Calon awardee harus mempersiapkan diri dengan matang, percaya diri, dan memiliki strategi khusus.

Ia juga berharap anggaran Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada tahun mendatang dapat ditingkatkan agar kuota penerima beasiswa S2 dan S3 di perguruan tinggi terbaik dalam negeri bisa bertambah.

Seleksi wawancara BIB Kemenag RI berlangsung pada 14–23 Juli 2025 secara online.

Proses wawancara dilakukan dengan sistem 40 breakroom per hari, masing-masing berisi dua pewawancara, satu peserta, dan satu liaison officer (LO).

Ruchman berharap proses seleksi wawancara ini dapat diikuti para calon penerima beasiswa dengan lancar.

Ia menekankan pentingnya kelancaran perangkat seleksi, mulai dari aplikasi hingga jaringan internet.

Selain itu, para pewawancara dan LO (liaison officer) diharapkan hadir dan menjalankan tugasnya dengan baik.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending