Connect with us

Berita

Banjir Terjang 15 Desa di Halmahera Selatan, 1 Balita Tewas

Banjir besar melanda 15 desa di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, akibat hujan intensitas tinggi.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 24t150756.562
Banjir Terjang 15 Desa di Halmahera Selatan, 1 Balita Tewas | Gambar: MPN Indonesia/BDR

Maluku Utara, MPN Indonesia 24 Juni 2025 - Banjir besar melanda 15 desa di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut sejak Sabtu (21/6) sore hingga Minggu (22/6) pagi.

Bencana alam ini menyebabkan balita berusia dua tahun meninggal dunia setelah terbawa arus banjir. Selain itu, satu orang lainnya mengalami luka akibat sengatan listrik.

Lebih dari 13 Ribu Orang Mengungsi

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, banjir terjadi di lima kecamatan, yakni Kecamatan Bacan, Bacan Selatan, Gane Barat, Gane Timur, dan Gane Timur Selatan.

Hingga saat ini, sebanyak 4.182 kepala keluarga (KK) atau sekitar 13.965 jiwa telah mengungsi ke tempat-tempat yang dianggap lebih aman, termasuk Kantor BPBD, Masjid Raya Al-Khairat, Masjid Sultan Bacan, dan SMP Negeri 1 Bacan.

Pemerintah setempat telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir selama 14 hari, terhitung sejak 22 Juni hingga 7 Juli 2025.

BPBD Kabupaten Halmahera Selatan bersama pihak terkait seperti TNI, Polri, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Basarnas, serta relawan terus melakukan evakuasi, distribusi logistik, dan pendirian posko penanganan darurat.

Berbagai Infrastruktur Rusak

Sebanyak 1.522 rumah dilaporkan terdampak, dengan empat rumah mengalami kerusakan berat dan tiga rumah lainnya rusak ringan.

Dua jembatan juga rusak berat, sementara satu jembatan lainnya mengalami kerusakan ringan.

Selain itu, satu bronjong sepanjang 40 meter dilaporkan mengalami kerusakan akibat banjir tersebut.

Penanganan Bencana

Tinggi muka air bervariasi di beberapa titik, mulai dari 20 cm hingga mencapai 150 cm.

Pihak Dinas Sosial dan Tagana telah mendirikan dapur umum di Lapangan Merdeka Labuha dan Desa Amasing Kota Utara untuk menyediakan kebutuhan pokok bagi pengungsi.

Baca Juga:  Temui Korban Banjir di Sumut, Prabowo Disambut Peluk dan Tangis Pengungsi

Pemerintah daerah dan BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat hujan deras masih dapat menyebabkan kondisi serupa.

Adapun kebutuhan mendesak saat ini meliputi makanan siap saji, selimut, terpal, tikar, pakaian, serta perlengkapan bayi dan balita.

(RIF/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending