Connect with us

Berita

BBM Nonsubsidi Berpotensi Alami Penyesuaian per 1 Oktober 2026, Apakah Naik?

Harga BBM non subsidi berpotensi naik mulai 1 Oktober 2026. Simak proyeksi harga Pertamax Green, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Logompn

Published

on

BBM Non Subsidi Berpotensi Naik Per 1 Oktober
BBM Nonsubsidi Berpotensi Alami Penyesuaian per 1 Oktober 2026, Apakah Naik?. Gambar: Dok BP

MPN Indonesia 30 September 2026 - BBM nonsubsidi berpotensi mengalami penyesuaian harga mulai 1 Oktober 2026 akibat kenaikan harga minyak mentah global.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebut harga produk nonsubsidi mengikuti perkembangan pasar.

Badan usaha mengevaluasi penyesuaian harga secara rutin setiap awal bulan berdasarkan perkembangan harga pasar.

Peneliti Universitas Padjadjaran juga memproyeksikan kenaikan sekitar 5-11 persen untuk periode Oktober 2026.

“Tapi kalau yang nonsubsidi ini kan menyesuaikan dengan harga pasar. Jadi, ini yang kita lihat, rata-rata dalam satu bulan itu kira-kira berapa penyesuaiannya,” ujar Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung kepada awak media, Selasa (29/9).

Yuliot belum menjelaskan besaran perubahan harga yang akan berlaku pada Oktober. Namun, ia memastikan terdapat penyesuaian harga untuk BBM kategori tersebut.

Harga BBM Mengikuti Pergerakan Harga Pasar

Dalam keterangan terpisah, menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menjelaskan mekanisme pembentukan harga BBM non subsidi.

Menurut Bahlil, pergerakan harga mengikuti perubahan harga minyak di pasar.

“Coba cek dulu. Kalau harga minyak nonsubsidi itu akan mengikuti harga pasar. Kalau harga pasar globalnya itu ICP (Indonsian Crude Price)-nya naik, otomatis dia akan naik. Tapi kalau harga ICP-nya turun, pasti juga dia akan melakukan koreksi,” ujar Bahlil di ICE BSD, Tangerang, Selasa (22/9).

Kebijakan pemerintah tersebut membedakan mekanisme harga produk nonsubsidi dan produk bersubsidi.

Harga nonsubsidi dapat berubah mengikuti perkembangan harga pasar.

Sementara itu, harga BBM subsidi dipastikan tidak mengalami kenaikan sampai akhir 2026. Produk tersebut mencakup Pertalite serta biosolar atau solar subsidi.

“Yang kedua, harga minyak subsidi sampai dengan akhir tahun tidak akan ada kenaikan. Udah itu deal, itu perintah Pak Presiden Prabowo,” tegas Bahlil.

Baca Juga:  Menkes Usulkan Penertiban Data BPJS, Banyak Subsidi Salah Sasaran

Bahlil juga menyampaikan stok BBM nasional berada dalam kondisi aman. Persediaan nasional berada pada standar minimal sekitar 18 sampai 21 hari.

(AKM/NID/RAD) 

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending