Connect with us

Berita

BMKG Prediksi Iklim dan Cuaca di 2026 Lebih Stabil dan Bersahabat

BMKG memprediksi iklim dan cuaca Indonesia pada 2026 relatif stabil dengan ENSO dan IOD berada pada fase netral serta suhu dan curah hujan mendekati normal.

Logompn

Published

on

Bmkg prediksi iklim dan cuaca di 2026 lebih stabil dan bersahabat
BMKG Prediksi Iklim dan Cuaca di 2026 Lebih Stabil dan Bersahabat. Gambar : Instagram/@infobmkg

MPN Indonesia 30 Desember 2025 - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi iklim dan cuaca di Indonesia pada 2026 akan relatif lebih bersahabat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Proyeksi ini didasarkan pada analisis dinamika suhu, curah hujan, serta pengaruh fenomena iklim global yang diperkirakan berada dalam kondisi stabil sepanjang tahun.

Prediksi tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, dalam konferensi pers penyampaian Climate Outlook 2026 yang digelar secara daring melalui Zoom pada Selasa (23/12).

BMKG menilai stabilitas ini dipengaruhi oleh pergerakan El Nino Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang diproyeksikan berada pada fase netral pada sebagian besar 2026.

Prediksi ENSO dan IOD Tahun 2026

Ardhasena menjelaskan bahwa pada awal 2026, ENSO masih berada pada fase La Nina lemah sebelum beralih ke kondisi netral.

“Pada periode Januari, Februari, Maret, ENSO diprediksi berada pada fase La Nina lemah. Kemudian mulai dari Maret, April, Mei ENSO diprediksi beralih menuju fase netral dan akan terus berada pada fase netral hingga akhir tahun 2026,” ujar Ardhasena dalam konferensi pers tersebut.

ENSO merupakan anomali suhu permukaan laut di Samudra Pasifik, khususnya di wilayah pantai barat Ekuador dan Peru, yang berpengaruh terhadap pola iklim global, termasuk di Indonesia.

Ardhasena menambahkan bahwa kondisi La Nina lemah tersebut diperkirakan berakhir pada kuartal pertama 2026.

“Setelah episode lemah biasanya kemudian Laut Pasifik kembali rebound ke kondisi netralnya sehingga prediksi kami April-Mei kondisi laut di Pasifik ke fase netral dan terus netral hingga akhir 2026,” jelasnya.

Baca Juga:  Kapan Lebaran 2026? Ini Prediksi BRIN dan BMKG

Selain ENSO, BMKG juga memaparkan prediksi terkait Indian Ocean Dipole.

Menurut Ardhasena, IOD diperkirakan berada pada fase netral sepanjang 2026.

“Prediksi BMKG dan berbagai pusat layanan iklim global menunjukkan bahwa pada 2026, IOD akan berada pada fase netral sepanjang tahun,” tuturnya.

IOD merupakan fenomena iklim di Samudra Hindia yang dipicu oleh perbedaan suhu permukaan laut antara bagian barat dan timur, yang memengaruhi arah angin dan pola penguapan.

Dengan kondisi IOD netral, dampak terhadap curah hujan di Indonesia diperkirakan tidak ekstrem.

“Hal tersebut akan menyebabkan hujan khususnya pada wilayah Indonesia tidak sederas pada akhir tahun 2025 ini,” katanya.

Suhu Udara dan Curah Hujan Indonesia 2026

Dari sisi suhu udara, BMKG memprediksi rata-rata suhu tahunan Indonesia pada 2026 berada di kisaran 25 hingga 29 derajat Celsius.

Ardhasena menyebut rentang tersebut menunjukkan bahwa suhu pada 2026 tidak akan setinggi tahun 2024.

“Secara akumulatif nasional, tahun 2026 itu berada di dalam rentang temperatur yang terjadi selama beberapa tahun terakhir. Sehingga kami memprediksi tahun 2026 tidak sepanas tahun 2024,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pengaruh La Nina membuat suhu permukaan bumi relatif lebih dingin dan dampaknya dapat berlangsung lebih dari satu tahun.

Secara bulanan, anomali suhu udara di Indonesia pada 2026 diperkirakan berkisar antara minus 0,5 derajat Celsius hingga plus 0,3 derajat Celsius.

“Secara bulanan, anomali suhu udara di Indonesia pada tahun 2026 berkisar antara minus 0,5 derajat Celsius sampai plus 0,3 derajat Celsius, dengan anomali terendah diprediksi terjadi pada Mei 2026 dan anomali tertinggi terjadi pada Juli 2026,” ucap Ardhasena.

Sementara itu, dari sisi curah hujan, BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia akan menerima curah hujan tahunan sekitar 1.500 hingga 4.000 milimeter pada 2026.

Baca Juga:  BMKG: Musim Kemarau akan Dimulai pada April 2026

Sifat hujan di mayoritas wilayah diprediksi berada dalam kategori normal, dengan sekitar 5,1 persen wilayah berpotensi mengalami curah hujan di atas normal.

“Namun demikian, ekspektasi kami terhadap variasi yang terjadi dari 1.500 hingga 4.000 milimeter per tahun tersebut secara umum sifat hujan yang diprediksi berada dalam kategori normal seperti pada tahun-tahun sebelumnya,” pungkas Ardhasena.

BMKG menyimpulkan bahwa dinamika iklim dan cuaca Indonesia pada 2026 diproyeksikan relatif stabil, sejalan dengan fase netral ENSO dan IOD serta parameter suhu dan curah hujan yang mendekati pola normal tahunan.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending