Connect with us

Berita

Kemenag akan Proyeksi Kurikulum Berbasis Cinta di 2026

Kemenag memproyeksikan pengembangan kurikulum berbasis cinta dan penguatan ekoteologi pada 2026 sebagai agenda strategis pendidikan dan keagamaan.

Logompn

Published

on

Kemenag akan proyeksi kurikulum berbasis cinta di 2026
Mengenal Kurikulum Berbasis Cinta. Gambar : Dok. Kementerian Agama

MPN Indonesia 30 Desember 2025 - Kementerian Agama Republik Indonesia memproyeksikan sejumlah program strategis yang akan dijalankan pada 2026, salah satunya pengembangan kurikulum berbasis cinta.

Proyeksi tersebut dipaparkan dalam kegiatan Refleksi 2025 Proyeksi 2026 (Repro) yang diselenggarakan oleh Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Senin (23/12).

Agenda ini menjadi bagian dari perencanaan kebijakan pemerintah di sektor keagamaan dan pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag).

Selain kurikulum berbasis cinta, penguatan ekoteologi juga diproyeksikan sebagai program strategis pada 2026.

Modul Kurikulum Berbasis Cinta Disiapkan

Sekretaris BMBPSDM, Ahmad Zainul Hamdi menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum berbasis cinta merupakan salah satu fokus utama Kementerian Agama pada 2026.

Ia menyebutkan bahwa BMBPSDM, sesuai tugas dan fungsinya, bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pelatihan, termasuk pelatihan bagi para guru.

“Ya, Kurikulum Berbasis Cinta BMBPSDM sebagai badan yang memang tusinya (tugas serta fungsinya) untuk menyelenggarakan pelatihan-pelatihan. Termasuk juga pelatihan para guru, itu di akhir tahun ini kita sudah merampungkan modul untuk pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta,” ujarnya kepada wartawan usai menghadiri acara Repro, Senin (23/12).

Menurut Ahmad Zainul Hamdi, modul pelatihan tersebut telah dirampungkan pada akhir 2025 sebagai langkah awal implementasi kurikulum berbasis cinta.

Modul ini akan diberikan kepada guru, pendidik, tenaga kependidikan, serta kepala madrasah dan kepala sekolah sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan kebijakan pendidikan di bawah pembinaan Kementerian Agama.

Penguatan Ekoteologi sebagai Agenda Strategis

Selain kurikulum berbasis cinta, BMBPSDM juga memproyeksikan penguatan ekoteologi sebagai agenda strategis pada 2026.

Baca Juga:  Komdigi Resmi Blokir Akses Grok AI Imbas Viralnya Deepfake Asusila

Ekoteologi dipahami sebagai pendekatan keagamaan dalam merespons persoalan lingkungan dan relasi manusia dengan alam.

“Saya kira kita gak mungkin bisa mengembangkan satu kehidupan yang beradab di masa depan kalau kita tidak juga memiliki hubungan yang baik dengan alam. Dan tentu saja dalam konteks Kementerian Agama, maka pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan keagamaan,” ungkap Ahmad Zainul Hamdi.

Ia menegaskan bahwa hubungan manusia dengan alam menjadi faktor penting dalam membangun kehidupan beradab di masa depan.

Dalam konteks Kementerian Agama, pendekatan ekoteologi dinilai relevan untuk mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dalam upaya menjaga lingkungan.

Ahmad Zainul Hamdi juga menyampaikan bahwa Menteri Agama Nasaruddin Umar secara konsisten menekankan pentingnya ekoteologi dan mendorongnya menjadi salah satu program prioritas Kementerian Agama ke depan.

Kegiatan Repro yang rutin digelar setiap akhir tahun oleh BMBPSDM berfungsi sebagai forum refleksi atas kinerja Kementerian Agama selama satu tahun sekaligus penyusunan proyeksi program strategis yang akan dijalankan pada tahun berikutnya, termasuk pengembangan kurikulum berbasis cinta dan penguatan ekoteologi pada 2026.

(AKM/NID/RAD)

Trending