Berita
BNN Dilempari Petasan saat Gerebek Jaringan Narkoba di Kampung Bahari Jakut
BNN menggelar operasi narkoba di Kampung Bahari, Jakarta Utara. Petugas mendapat perlawanan dan perjalanan KRL Tanjung Priok sempat terlambat.
MPN Indonesia 14 Agustus 2026 - Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali melakukan penindakan terhadap jaringan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Kamis (13/8).
Operasi ini merupakan pengembangan dari penangkapan buronan berinisial MR yang diduga terkait kasus narkotika sebelumnya.
Pada saat petugas memasuki kawasan tersebut untuk pengembangan perkara, sejumlah orang yang diduga merupakan loyalis jaringan memberikan perlawanan dengan menembakkan petasan dan mercon ke arah petugas.
“Awalnya kita tangkap bosnya ini di sekitar Kampung Bahari, kemudian kita bawa ke dalam untuk pengembangan,” kata Direktur Penindakan dan Pengejaran Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan kepada awak media Kamis (13/8).
Petugas kemudian membawa MR ke Kampung Bahari untuk menunjukkan lokasi penyimpanan narkoba.
Pada saat proses tersebut belangsung, massa melakukan perlawanan sehingga aparat membalas dengan tembakan gas air mata untuk mengendalikan situasi.
“Tetapi kemudian ada perlawanan dari mereka, anggota ditembaki mercon kemudian kita adang dan antisipasi, kita pukul mundur mereka,” ujar Roy.
KRL Commuter Line Tanjung Priok Sempat Alami Keterlambatan
Peristiwa tersebut juga berdampak pada operasional KRL Commuter Line Tanjung Priok.
Kerumunan warga di sekitar jalur rel menyebabkan perjalanan kereta mengalami keterlambatan pada Kamis (13/8).
“Perjalanan KRL Commuterline alami keterlambatan keberangkatan di Stasiun Tanjung Priok pada Kamis (13/08) karena adanya penegakan hukum penyisiran gerebek narkoba di wilayah Tanjung Priok oleh pihak kepolisian,” tulis unggahan jakut.info, dikutip MPN Indonesia melalui Instagram @jakut.info, pada Jumat (14/8).
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, mengatakan jalur rel sempat terhalang oleh kerumunan warga sekitar pukul 06.20 WIB.
Pengembangan Kasus Narkotika di Kampung Bahari
Operasi Badan Narkotika Nasional berawal dari penangkapan buronan berinisial MR pada Rabu (12/8) sekitar pukul 20.09 WIB.
Penangkapan dilakukan setelah petugas melakukan pengintaian dan mengikuti pergerakan MR dari Kampung Bahari menuju kawasan Mangga Besar.
“Operasi terhadap gembong narkoba yang sudah kita tangkap tadi malam sekitar pukul 20.09 WIB, yang kita ikuti mulai dari Kampung Bahari, keluar menuju Mangga Besar,” kata Roy kepada awak media.
MR diduga berkaitan dengan pengungkapan kasus narkotika pada 7 November 2025. Dalam perkara tersebut, ia diduga terlibat dalam kepemilikan 98 kilogram sabu.
Setelah penangkapan dilakukan di sebuah salon kecantikan, petugas melakukan pengembangan. Dari proses tersebut ditemukan uang tunai yang diduga milik MR sebesar Rp1,277 miliar serta aset lain yang ditaksir mencapai Rp39,95 miliar.
Riwayat Penindakan Hukum dan Kriminal di Kampung Bahari
Kawasan Kampung Bahari di Jakarta Utara telah beberapa kali menjadi lokasi operasi aparat dalam penanganan hukum dan kriminal terkait peredaran narkoba.
Beberapa penindakan yang tercatat selama beberapa tahun ini:
2013: Dua orang berinisial JN dan HR ditangkap karena diduga mengedarkan ganja.
2014: Sebanyak 38 orang diamankan setelah hasil tes urine menunjukkan positif menggunakan narkoba.
2016: Polisi mengamankan 37 orang serta menyita sabu dan senjata tajam.
2019: Bandar narkotika bernama Hendriana Salomonia alias Ria ditangkap dengan barang bukti ribuan pil ekstasi.
2021: Aparat mengamankan 27 orang serta menyita ganja, sabu, dan senjata tajam.
Maret 2022: Sebanyak 26 orang diamankan dalam operasi gabungan yang melibatkan 700 personel.
November 2022: Enam orang diamankan, lima di antaranya dinyatakan positif narkoba berdasarkan hasil tes urine.
Januari 2023: Buronan bandar narkoba Alex Bonpis ditangkap di Cikampek, Jawa Barat.
Agustus 2023: Polisi membongkar belasan gubuk liar yang diduga digunakan untuk aktivitas peredaran narkoba.
September 2023: Sebanyak 34 orang diamankan dengan barang bukti narkoba dan berbagai senjata.
Maret 2024: Polisi mengamankan 26 orang serta menyita sabu, ganja, dan timbangan digital.
Juli 2024: Sebanyak 31 orang diamankan. Polisi juga menemukan bangunan yang disebut “apotek” sebagai tempat mengonsumsi narkoba.
2025: Sebanyak 125 personel gabungan BNN dan Brimob melakukan operasi. Petugas mendapat perlawanan berupa lemparan batu, kembang api, dan ancaman menggunakan samurai.
Agustus 2026: Operasi pengembangan terhadap MR kembali memicu perlawanan dengan petasan dan mercon saat aparat memasuki Kampung Bahari.
Penindakan terbaru masih merupakan bagian dari pengembangan perkara terhadap MR yang diduga terkait jaringan narkoba. Proses penyidikan dan pengembangan kasus narkotika tersebut masih terus dilakukan aparat.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
