Berita
BPOM Beri Nilai A untuk SPPG Polri Cipinang terkait Standar Keamanan Pangan
BPOM memberi nilai A plus pada SPPG Polri Cipinang atas standar keamanan pangan MBG, termasuk uji kimia arsen dan formalin sebelum distribusi.
MPN Indonesia 22 Januari 2026 - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, Taruna Ikrar, memberikan nilai A plus terhadap penerapan standar keamanan pangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Cipinang, Jakarta Timur.
Penilaian ini disampaikan langsung dalam kunjungan dan pengecekan operasional dapur pada Rabu (21/1) pagi.
Peninjauan dilakukan secara menyeluruh terhadap proses pengolahan makanan bergizi gratis yang disiapkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam kunjungannya, Taruna menilai sistem keamanan pangan yang diterapkan oleh SPPG Polri telah memenuhi bahkan melampaui standar yang ditetapkan.
Salah satu aspek yang menjadi sorotan utama adalah adanya proses screening terakhir sebelum makanan didistribusikan.
“Ada pengecekan kimiawinya, seperti arsen, formalin, dan sebagainya. Itu nilai plus,” jelasnya, kepada wartawan pada Rabu (21/1).
Ia juga menambahkan bahwa meskipun proses pengujian tersebut belum menjadi kewajiban dalam standar BPOM, keberadaannya merupakan nilai tambah yang signifikan.
Penilaian A plus diberikan setelah dilakukan pengecekan terhadap berbagai ruang operasional di SPPG, mulai dari dapur produksi, ruang penyimpanan bahan baku basah dan kering, ruang penyimpanan alat masak, ruang pengemasan, hingga ruang uji laboratorium MBG.
“Kesimpulannya, nilai yang kami berikan adalah A plus,” ujar Prof. Taruna di SPPG Polri Cipinang.
Proses Penilaian dan Keunggulan SPPG Polri Cipinang
Taruna menekankan bahwa penilaian dilakukan secara objektif dengan meninjau langsung kebersihan serta alur produksi makanan.
Ia menjelaskan pentingnya pemisahan penyimpanan bahan basah dan kering untuk menjaga mutu dan mencegah kontaminasi.
“Kan ada penyimpanan bahan yang basah dengan bahan yang kering. Berapa lama dan berapa derajat disimpannya itu kan perlu diatur. Kami cek, ada yang bisa cukup di 4 derajat celsius, ada yang harus di bawah 0 misalnya -18 atau -20 derajat celsius, itu semua sudah disiapin secara bagus,” ungkapnya.
Dalam proses memasak, variasi menu juga menjadi perhatian.
Makanan dibagi dalam empat kategori penerima manfaat, yakni balita, kelas kecil, kelas besar, serta ibu hamil dan ibu menyusui.
Setiap kategori memiliki menu yang sama dengan penyesuaian porsi dan nilai gizi.
“Kan kalau setiap hari sama menunya kan tentu membosankan bagi penerima,” tambahnya.
Keberadaan laboratorium uji makanan di SPPG Polri juga diapresiasi. Taruna menyatakan bahwa prosedur pengujian makanan ini serupa dengan standar keamanan makanan untuk tamu VIP.
“Proses ini setara dengan pengetesan makanan untuk tamu VIP. Biasanya, jika presiden atau tamu VIP datang, makanan akan dites terlebih dahulu. Di sini, sebelum makanan sampai ke anak-anak sebagai penerima manfaat, makanan tersebut diuji layaknya makanan VIP. Anak-anak kita diperlakukan seperti VIP,” ucapnya.
Dukungan terhadap Program MBG
Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menyukseskan program pemerintah, khususnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Satgas MBG Polri, Irjen. Pol. Nurworo Danang menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan BPOM.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak Kepala BPOM Republik Indonesia. Ini menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi kami,” ujarnya.
Irjen Danang menegaskan bahwa seluruh SPPG Polri diwajibkan menjalankan produksi makanan dengan memenuhi standar Badan Gizi Nasional serta prinsip tata kelola yang baik.
Menurutnya, kualitas makanan yang dihasilkan sangat penting dalam meningkatkan gizi dan kualitas hidup anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
“Kami berharap kualitas makanan yang diproduksi oleh SPPG Polri di seluruh Indonesia memiliki kualitas terbaik, sehingga dapat meningkatkan asupan gizi dan kualitas hidup anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Taruna Ikrar juga meninjau sistem sanitasi di area SPPG Cipinang, termasuk pengelolaan limbah dan pengendalian hama.
“Kita cek sanitasi di sekelilingnya, bagaimana pest kontrolnya, di mana sumber mikroorganisme yang bisa tumbuh kita cek. Bagaimana got yang ada di dalam tempat penampungan air, tempat keluar air, tempat limbahnya keluar kita cek semuanya,” tutupnya.
(RIF/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
