Connect with us

Berita

BRIN Berencana Garap Teknologi Carbon‑Netting Berbasis Nuklir

Kepala BRIN beberkan rencana pengembangan teknologi carbon netting berbasis akselerator nuklir.

Logompn

Published

on

Brin berencana garap teknologi carbon‑netting berbasis nuklir
BRIN Berencana Garap Teknologi Carbon‑Netting Berbasis Nuklir | Gambar: Tangkapan Layar YouTube/TVR Parlemen

MPN Indonesia 18 Juli 2025 - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan rencana pengembangan teknologi carbon netting berbasis akselerator nuklir.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya lembaga negara tersebut untuk mendukung kesehatan lingkungan melalui pengurangan emisi karbon.

Rencana tersebut dipaparkan Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi X DPR RI pada Kamis (17/7). Ia berencana memasang teknologi ini di Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta.

“Tahun ini sebenarnya direncanakan pemasangan alat carbon netting yang berbasis akselerator atau teknologi nuklir, yang mampu mengukur karbon hingga jutaan tahun. Lokasinya direncanakan di Kawasan Nuklir Pasar Jumat,” ujar Handoko dalam rapat yang disiarkan lewat YouTube TVR Parlemen, dikutip MPN Indonesia, Jumat (18/7).

Dalam pemaparannya, Handoko mengatakan bahwa pemasangan alat carbon netting yang semula dijadwalkan pada tahun ini terpaksa ditunda karena proses produksi yang kompleks.

Penundaan dilakukan karena alat tersebut bersifat khusus (customized) dan membutuhkan waktu produksi selama dua tahun. Selain itu, pembiayaan proyek ini tidak berasal dari Rupiah Murni, melainkan dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Karena itu customize dua tahun jadi akhirnya kami sepakat dengan keuangan untuk kami pending di tahun depan. Pembiayaannya juga bukan dari Rupiah Murni, melainkan dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),” katanya.

Teknologi Nuklir dan Infrastruktur Pendukung BRIN

Teknologi carbon netting ini dirancang untuk menyeimbangkan emisi karbon dengan menyerapnya kembali ke alam guna mencapai kondisi netral karbon.

Perangkat tersebut memiliki kemampuan untuk mengukur karbon dalam rentang usia hingga jutaan tahun, melampaui perangkat yang saat ini dimiliki Indonesia yang hanya mampu menguji karbon hingga usia 50.000 tahun.

Dalam rapat yang sama, Handoko menyebut nilai investasi untuk pengadaan alat carbon netting berbasis nuklir ini mencapai hampir Rp70 miliar.

Baca Juga:  Begini Reaksi Pasha Ungu saat Ferry Irwandi Sebut Kuping DPR Terlalu Tipis untuk Dengarkan Aspirasi Rakyat

Ia menegaskan bahwa karena tingginya nilai investasi serta besarnya biaya operasional, perangkat ini tidak dapat dipasang di sembarang lokasi.

“Carbon netting itu harus ada di kawasan nuklir. Dan kami di BRIN sudah memiliki semua infrastruktur dan SDM-nya, karena memang kami mengelola teknologi nuklir,” jelasnya.

Handoko juga menekankan bahwa untuk riset berbasis infrastruktur besar seperti nuklir, pengelolaannya harus dilakukan secara terpusat untuk menjamin keamanan dan efisiensi.

“Khusus untuk riset berbasis infrastruktur besar seperti nuklir, itu sudah pasti harus melalui BRIN. Karena pengelolaan dan keamanannya tidak bisa dilakukan sembarangan,” katanya.

(AKM/NID/RAD)

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal7 minutes ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga27 minutes ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional37 minutes ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi2 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi2 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga2 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral2 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Sassuolo vs Lazio 2 6 Lazio Pesta Gol, Puncaki Klasemen Sementara Serie A
Olahraga3 hours ago

Sassuolo vs Lazio 2-6: Jay Idzes Tak Dimainkan, Lazio Puncaki Klasemen Sementara Serie A

Torino vs Como 1 3 i Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang
Olahraga3 hours ago

Torino vs Como 1-3: I Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang

PSS vs Borneo 1 2 Bermain 10 Pemain, Super Elang Jawa Tak Mampu Tahan Serangan Pesut Etam
Olahraga3 hours ago

PSS vs Borneo 1-2: Bermain 10 Pemain, Super Elang Jawa Tak Mampu Tahan Serangan Pesut Etam

Tak Hanya Jaga Mangrove, Flora Potensi Prioritaskan Kesejahteraan Warga Pesisir di Aceh
Berita4 hours ago

Tak Hanya Jaga Mangrove, Flora Potensi Prioritaskan Kesejahteraan Warga Pesisir di Aceh

Tema Hari Sumpah Pemuda 2026 Makna dan Filosofi Logo Resmi
Berita4 hours ago

Tema Hari Sumpah Pemuda 2026: Makna dan Filosofi Logo Resmi

Fleetwood vs Arsenal 1 1 (5 3) The Gunners Tersingkirkan usai Kalah Adu Penalti
Olahraga4 hours ago

Fleetwood vs Arsenal 1-1 (5-3): The Gunners Tersingkirkan usai Kalah Adu Penalti

100 Ucapan Hari Sumpah Pemuda 2026 untuk WA, IG, Cocok untuk Caption
Berita4 hours ago

100 Ucapan Hari Sumpah Pemuda 2026 untuk WA, IG, Cocok untuk Caption

Mangrove Reserve Formation Gandeng Mahasiswa dan Masyarakat di Langsa untuk Dukung Pelestarian Mangrove Aceh
Berita20 hours ago

Mangrove Reserve Formation Gandeng Mahasiswa dan Masyarakat di Langsa untuk Dukung Pelestarian Mangrove Aceh

Trending