Connect with us

Berita

Dedi Mulyadi Berikan Rp300 Juta kepada Korban Dugaan Kekerasan OCI

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi beri bantuan Rp300 juta pada eks pemain sirkus korban dugaan eksploitasi, serukan penyelesaian kasus secara humanis dan kekeluargaan.

Logompn

Published

on

Dedi mulyadi berikan rp300 juta kepada korban dugaan kekerasan oci
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Gambar : Tangkapan Layar YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL

Jawa Barat, MPN Indonesia 1 Mei 2025 - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyalurkan bantuan senilai Rp300 juta kepada mantan pemain Oriental Circus Indonesia (OCI) yang diduga mengalami kekerasan dan eksploitasi selama bekerja di bawah manajemen Taman Safari Indonesia (TSI).

Pertemuan antara Dedi dan para korban berlangsung di Balai Kota Depok, Jawa Barat, pada Selasa (29/4), sebagai upaya menjembatani penyelesaian kasus kriminal yang mencuat ke publik ini.

Bantuan sebagai Respons Kemanusiaan

Dalam forum pertemuan tersebut, Dedi Mulyadi mengungkapkan keprihatinannya terhadap kisah para mantan pemain sirkus yang mengaku menjadi korban eksploitasi, termasuk dugaan kekerasan fisik, pemisahan dari keluarga, serta tidak dibayarnya hak-hak upah mereka.

Ia pun menyatakan empatinya melalui pemberian dana tunai pribadi sebesar Rp300 juta untuk menopang kebutuhan para korban.

“Saya Gubernur Jawa Barat menyiapkan 300 juta buat ibu dan teman-teman, sebagai bentuk rasa empati karena ibu sudah mengeluarkan ongkos banyak untuk memperjuangkan ini,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube resminya pada Kamis (1/5).

Dedi menegaskan bahwa bantuan tersebut bertujuan untuk meringankan beban finansial dan psikologis para korban yang selama ini bolak-balik memperjuangkan keadilan.

“Agar ibu dan temen-temen bolak-balik, psikologinya terkuras, keuangannya terkuras, dan nggak selesai-selesai, setelah ini juga biar aman kalau bolak-balik ongkosnya, saya siapin 300 juta,” imbuhnya.

Pertemuan untuk Jembatani Penyelesaian

Dedi Mulyadi, yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, memprakarsai pertemuan antara para mantan pemain OCI dan manajemen TSI untuk menciptakan ruang dialog yang lebih terbuka dan konstruktif.

Baca Juga:  Dua Polisi Gadungan di Bogor Timur Ditangkap Usai Todong Kuli Bangunan dengan Pistol Mainan

Ia membuka pintu rumah dinasnya sebagai tempat netral untuk membicarakan solusi secara kekeluargaan.

“Nanti saya akan undang secara pribadi bapak dan ibu untuk bertemu di rumah dinas saya untuk ngomong pribadi, saya biasa menyelesaikan masalah begini. Kalau diumbar begini tidak akan selesai, semuanya hukum, karena hukum nggak akan ketemu, ketemunya di pengadilan bukan disini,” kata Dedi Mulyadi.

Ia juga menambahkan bahwa aspek kemanusiaan perlu ditegakkan dalam penyelesaian kasus kriminal ini, karena hukum yang normatif belum tentu mewakili keadilan secara emosional.

“Bagi saya aspek kemanusiaan itu di atas hukum, karena hukum yang bersifat normatif itu pun belum tentu benar secara kemanusiaan,” tegasnya.

Dana Tambahan dan Seruan untuk Manajemen TSI

Selain bantuan utama sebesar Rp300 juta, Dedi Mulyadi juga memberikan uang saku sebesar Rp10 juta untuk setiap mantan pemain sirkus yang hadir dalam forum tersebut.

Hal ini disampaikan langsung oleh Dedi dalam sesi pertemuan yang diunggah melalui kanal YouTube-nya, yang kemudian mengundang perhatian dan komentar luas dari masyarakat.

Dalam penutupannya, Dedi mengajak pihak TSI untuk turut serta dalam penyelesaian masalah dengan pendekatan kekeluargaan, bukan hanya hukum semata.

“Sudahlah, saya minta mengetuk hati jajaran Taman Safari, bisa enggak sih bicara baik-baik, bertemu secara kekeluargaan, apa yang bisa kami lakukan, apa yang bisa kami berikan untuk mengobati luka yang disebabkan oleh orang lain,” ungkapnya.

Isu Sosial dan Hak Korban

Kasus kriminal dugaan kekerasan dan eksploitasi yang melibatkan mantan pemain Oriental Circus Indonesia ini menjadi sorotan di ranah hukum dan kriminal di Indonesia.

Para korban mengungkapkan kisah pilu yang dialami selama bekerja, yang disebut-sebut telah menimbulkan luka fisik dan psikis jangka panjang.

Baca Juga:  Empat Debt Collector yang Aniaya Wanita di Bukit Raya Berhasil Diringkus Polisi

“Setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk hidup layak dan bahagia,” pungkas Dedi Mulyadi dalam pernyataannya.

Dengan inisiatif ini, Dedi Mulyadi menyoroti pentingnya menghargai nilai-nilai kemanusiaan di atas pendekatan legal semata, serta mengingatkan seluruh pihak terkait bahwa masalah hukum dan kriminal seharusnya tetap mempertimbangkan sisi kemanusiaan yang menyertainya.

(AKM/NID/RAD)

Trending