Connect with us

Berita

Dedi Mulyadi Tinjau Lokasi Longsor di Batutulis, Jalan Akan Dipindah dan Dibangun Taman

Gubernur Dedi Mulyadi tinjau longsor di Bogor, minta pemindahan akses jalan baru 300 meter, bekas lokasi longsor akan jadi Taman Batutulis.

Logompn

Published

on

Dedi mulyadi tinjau lokasi longsor di batutulis, jalan akan dipindah dan dibangun taman
Dedi Mulyadi Tinjau Lokasi Longsor di Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat. Gambar: MPN Indonesia/Dimas

MPN Indonesia 15 April 2025 - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meninjau lokasi longsor di Jalan Saleh Danasasmita atau Jalan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Senin sore (14/4).

Peninjauan ini dilakukan sebagai respons langsung terhadap bencana alam yang menyebabkan kerusakan akses jalan penting di wilayah tersebut.

Peninjauan Langsung dan Arahan Penanganan

Setibanya di lokasi longsor, Dedi Mulyadi, atau yang akrab disapa KDM, disambut oleh warga yang telah menantikan kedatangannya sejak siang hari.

Dalam kunjungannya, ia meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor segera menangani kerusakan akses jalan tersebut.

“Ya solusinya nanti jalannya dipindah, alokasinya dibagi dua, setengah provinsi, setengah kota. Tahun ini harus segera dibebaskan, tahun ini harus segera dibangun,” ujar Dedi Mulyadi kepada MPN Indonesia di Bogor, Jawa Barat, pada Senin (14/4).

Ia juga menekankan pentingnya kajian teknis, terutama menyangkut kontur tanah, sebelum pembangunan akses baru dilakukan.

Pemindahan Akses Jalan ke Lokasi Baru

Menanggapi arahan gubernur, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyatakan bahwa Pemkot Bogor akan memindahkan akses jalan ke lokasi baru sejauh sekitar 300 meter dari titik longsor.

“Akses barunya Insya Allah dari area Sumur 7 turun langsung ke Jalan Saleh Danasasmita, kurang lebih panjangnya 200 meter,” kata Dedie.

Ia menjelaskan bahwa keputusan pemindahan jalan tersebut diambil berdasarkan kajian teknis dari dua lembaga, yaitu Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Kajian tersebut tidak merekomendasikan penggunaan kembali jalan yang terdampak longsor karena kemungkinan terdapat sumber air di bawah tanah tersebut.

Baca Juga:  Jalan Kemang Raya Banjir, Ketinggian Air Capai 40 Cm

“Hasil kajiannya tidak merekomendasikan jalan ini (akses terdampak longsor) difungsikan kembali, alasannya karena secara teknis mungkin di bawahnya ini entah ada mata air, karena kami kan bukan ahlinya,” tuturnya.

“Namun, ada dua kajian, satu dari BTP, satu lagi dari Kementerian PU, tidak menyarankan ini digunakan kembali, tetapi menggunakan trase baru,” tambahnya.

Pendanaan Bersumber dari Pemprov dan Pemkot

Dedie Rachim mengungkapkan bahwa pendanaan untuk pembangunan jalan baru akan dibagi rata antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bogor.

Proses pengadaan tanah akan dilakukan secara sistematis dan sesuai aturan, dengan estimasi pembangunan mengikuti program Instruksi Presiden (Inpres) tentang jalan daerah.

“Jadi artinya kita coba cari harga yang sesuai dengan appraisal, setelah itu kita lakukan pengadaan tanahnya secara tersistematis dan tentu sesuai dengan aturan. Kemudian pembangunannya nanti kita coba aplikasikan dari Inpres Jalan Daerah, yang menurut Wakil Menteri PU kemarin akan ditandatangani di bulan Juni tahun 2025 ini,” jelas Dedie.

Lahan Bekas Longsor Akan Dijadikan Taman Batutulis

Sebagai bagian dari penataan ulang kawasan terdampak, lokasi lama yang mengalami longsor tidak akan diperbaiki untuk difungsikan kembali sebagai jalan.

Sebaliknya, area tersebut akan diubah menjadi taman kota bernama Taman Batutulis yang juga akan dijadikan ruang hijau alami.

“Jalan ini pesan Pa Gubernur dijadikan taman dan leuweung Batutulis. Jadi tidak diperbaiki, ini dikupas, dinaturalisasi, tapi ini ditanami oleh pohon-pohon endemiknya Bogor,” pungkas Dedie.

(DIM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending