Connect with us

Berita

Dua PRT di Benhil Nekat Lompat dari Lantai 4 Kos, 1 Tewas

Dua pekerja rumah tangga (PRT) dilaporkan melompat dari lantai 4 sebuah rumah kos di Bendungan Hilir, Tanah Abang, Rabu (22/4) malam.

Logompn

Published

on

Dua PRT di Benhil Nekat Lompat dari Lantai 4 Kos, 1 Tewas
Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 25 April 2026 - Dua pekerja rumah tangga (PRT) dilaporkan melompat dari lantai 4 sebuah rumah kos di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/4) malam.

Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami patah tulang.

“Benar [satu PRT tewas],” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, kepada wartawan, Kamis (23/4).

“Semalam, sekitar jam 11 atau setengah 12 malam,” ujarnya.

Kronologi Penemuan 2 PRT Lompat

Berdasarkan informasi awal, saksi di sekitar lokasi mendengar suara seperti benda jatuh dari bangunan kos tersebut.

“Kemudian dicek, ternyata dua orang itu,” ujar Roby.

Kedua PRT itu kemudian dievakuasi ke rumah sakit setelah saksi menghubungi layanan darurat 119.

Adapun korban yang mengalami patah tulang adalah R yang kini masih menjalani perawatan.

Sementara itu, korban lainnya, D, meninggal dunia dan telah dibawa ke Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk keperluan visum.

Sebelumnya, kedua korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit dr. Mintohardjo di Bendungan Hilir.

Roby menyatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kedua PRT tersebut melompat.

“Masih belum bisa disimpulkan demikian [penyebab PRT melompat],” kata Roby.

Dugaan Motif

Dari hasil pendalaman sementara, terdapat dugaan kedua PRT tersebut melompat karena tidak betah bekerja dan ingin kabur.

Hal ini disampaikan berdasarkan keterangan awal yang diperoleh dari korban selamat.

“Orang itu katanya enggak betah. Terus dia kabur sama saksi satu. Jadi berdua loncat dari lantai 4. Satu meninggal, satu patah tangan,” kata Roby.

Baca Juga:  Patok Tarif Parkir Rp60 Ribu, Jukir Liar di Tanah Abang Diamankan Polisi

Masih berdasarkan keterangan korban selamat, keduanya mengaku tidak betah karena majikan disebut galak.

“Iya, galak, galak. Begitulah, sadis lah, galak. Nah itu kan bisa saja dengan omongan, bisa saja dengan tindakan. Kita juga belum tahu karena belum selesai pemeriksaan,” ujar dia.

Polisi akan Periksa Agen Penyalur PRT

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung menyampaikan pihaknya akan memanggil agen penyalur PRT untuk dimintai keterangan.

Langkah tersebut dilakukan untuk melengkapi informasi terkait latar belakang korban serta proses penempatan kerja mereka.

“Kami juga akan memanggil agen PRT untuk didalami keterangannya,” kata Reynold dalam keterangannya, Jumat (24/4).

Reynold menambahkan penyidik akan meminta keterangan lebih lanjut dari korban yang selamat setelah kondisinya memungkinkan.

(AKM/NID/RAD)

Trending