Connect with us

Berita

Bahlil Minta Maaf ke Publik setelah Insiden Warga Meninggal saat Antre Gas Elpiji 3 Kg

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta maaf setelah insiden meninggalnya warga saat mengantre gas elpiji 3 kg di Pamulang.

Actress 1299250

Published

on

Bahlil Minta Maaf ke Publik setelah Insiden Warga Meninggal saat Antre Gas Elpiji 3 Kg
Bahlil Minta Maaf ke Publik setelah Insiden Warga Meninggal saat Antre Gas Elpiji 3 Kg. Gambar: Kompas.com/Nirmala Maulana A

MPN Indonesia 5 Februari 2025 - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan permintaan maaf terkait insiden meninggalnya seorang warga saat mengantre gas elpiji 3 kg di Pamulang, Tangerang Selatan.

Permintaan maaf ini disampaikan saat ia melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pangkalan gas elpiji di Palmerah, Jakarta, pada Selasa (4/2).

Bahlil mengaku telah mendengar kabar tersebut dari berbagai sumber, tetapi belum mendapatkan laporan rinci mengenai peristiwa tersebut.

Ia menegaskan bahwa kebijakan pemerintah dalam penataan distribusi gas elpiji 3 kg bertujuan untuk memastikan subsidi pemerintah tepat sasaran, mengingat 80 persen pengguna saat ini berasal dari kalangan mampu.

“Kami membaca banyak berita. Katanya ada yang begitu (meninggal), ada berita juga yang tidak sesuai dengan itu. Ya, kami pemerintah pertama memohon maaf kalau ini terjadi, karena ini sama-sama kita lakukan untuk penataan. Yang kedua adalah kita melakukan perbaikan,” ujar Bahlil.

Perubahan Kebijakan Penjualan Gas Elpiji 3 Kg

Kelangkaan gas elpiji 3 kg terjadi di berbagai daerah setelah pemerintah melarang pengecer menjual produk bersubsidi ini.

Akibatnya, antrean panjang di pangkalan resmi terjadi di sejumlah wilayah.

Merespons situasi tersebut, pemerintah mengembalikan mekanisme distribusi ke sistem sebelumnya, di mana pengecer kembali diizinkan menjual gas elpiji bersubsidi.

“Mulai hari ini akan kembali seperti sebelumnya (pengecer boleh jual gas elpiji 3 kg),” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Achmad Muchtasyar, saat melakukan sidak di pangkalan SPBU Depok.

Namun, terdapat perubahan dalam sistem distribusi. Para pengecer yang sebelumnya menjual secara bebas kini akan dikategorikan sebagai subpangkalan resmi di bawah arahan Pertamina Patra Niaga.

Baca Juga:  Bahlil Resmi Dilantik jadi Menko Hilirisasi dan Energi Rangkap Menteri ESDM

Status ini bertujuan untuk memastikan distribusi lebih terstruktur dan terpantau.

“Apa yang kita lakukan pagi ini dan malam ini sebagai respons. Kita ingin rakyat mendapat gas elpiji dengan baik dan gampang,” kata Bahlil.

Pertamina Berharap Antrean Tidak Terjadi Lagi

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, turut menyampaikan rasa duka atas kejadian di Pamulang.

Ia berharap kebijakan terbaru ini dapat mengurangi antrean masyarakat dalam mendapatkan gas elpiji 3 kg.

“Kami tetap berduka cita atas kejadian tersebut. Dengan kebijakan terbaru ini, masyarakat diharapkan tidak perlu lagi mengantre panjang untuk mendapatkan LPG,” ujar Fadjar.

Untuk memperlancar transisi, Kementerian ESDM bersama Pertamina Patra Niaga akan membekali para pengecer yang beralih menjadi subpangkalan dengan sistem aplikasi terintegrasi.

Bahlil Lahadalia memastikan bahwa proses ini tidak akan dikenakan biaya.

“Tidak dikenakan biaya apa pun, bahkan kami akan proaktif untuk mendaftarkan mereka menjadi bagian yang formal, agar mereka juga bisa menjadi UMKM,” jelasnya.

Dengan perubahan kebijakan ini, pemerintah berharap distribusi gas elpiji 3 kg tetap terjaga dan lebih tepat sasaran, sekaligus menghindari antrean panjang yang menyulitkan masyarakat.

Trending