Ekonomi
Harga Minyak Dunia Naik Tajam Dalam 5 Bulan Usai Serangan AS-Israel ke Fasilitas Nuklir Iran
Harga minyak melonjak usai AS-Israel serang Iran. Ancaman Iran tutup Selat Hormuz picu kekhawatiran pasar soal pasokan global dan lonjakan harga Brent.
MPN Indonesia 23 Juni 2025 - Harga minyak global melonjak tajam ke level tertinggi dalam lima bulan pada Senin (23/6) setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran.
Serangan tersebut memicu kekhawatiran pasar akan gangguan pasokan minyak global di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.
Brent crude naik US$1,52 atau 1,97% menjadi US$78,53 per barel pada pukul 05.03 GMT. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$1,51 atau 2,04% menjadi US$75,35 per barel.
Lonjakan ini dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut telah “menghancurkan” fasilitas nuklir utama Iran dalam operasi bersama Israel.
Ketegangan Meningkat, Iran Ancam Tutup Selat Hormuz
Iran, salah satu produsen minyak terbesar OPEC, mengancam akan menutup Selat Hormuz sebagai bentuk balasan.
Jalur laut ini merupakan rute strategis tempat mengalirnya sekitar 20% pasokan minyak mentah dunia.
Iran’s Press TV melaporkan bahwa parlemen negara tersebut telah menyetujui langkah untuk menutup selat.
Jika ancaman ini direalisasikan, dampaknya terhadap pasokan minyak global diperkirakan sangat besar.
Potensi Gangguan Pasokan dan Proyeksi Harga
Kenaikan harga minyak sempat menembus 3% di awal perdagangan, dengan Brent mencapai US$81,40 dan WTI menyentuh US$78,40 sebelum kemudian terkoreksi.
“Risiko kerusakan infrastruktur minyak … telah berlipat ganda,” ujar June Goh, analis senior Sparta Commodities, sebagaimana dikutip MPN Indonesia dari Reuters.
Ia menjelaskan bahwa meski ada jalur pipa alternatif, sejumlah besar volume tetap bergantung pada jalur Selat Hormuz.
Jika ditutup, kapal-kapal pengangkut bisa menghindari wilayah tersebut, menyebabkan keterlambatan ekspor minyak.
Sugandha Sachdeva, pendiri SS WealthStreet, mengatakan bahwa eskalasi geopolitik saat ini menjadi pemicu kuat kenaikan harga Brent.
“Eskalasi geopolitik saat ini memberikan katalis fundamental bagi harga (Brent) untuk bergerak lebih tinggi dan berpotensi melonjak menuju $100, dengan $120 per barel tampak semakin masuk akal,” kata Sachdeva.
Namun, ia juga memperingatkan bahwa menutup Selat Hormuz justru bisa merugikan Iran karena jalur tersebut vital untuk ekspor minyaknya sendiri.
Dalam laporan terpisah, Goldman Sachs memperkirakan bahwa jika aliran minyak melalui Selat Hormuz terhenti hingga separuh kapasitas selama satu bulan, harga Brent bisa melonjak hingga US$110 per barel.
Kendati demikian, bank tersebut memperkirakan tidak akan terjadi gangguan pasokan jangka panjang, karena dunia akan berupaya mencegah disrupsi yang lebih luas.
Reaksi Internasional dan Ketegangan yang Berlanjut
Ketegangan ini mendapat perhatian dari berbagai negara. Jepang menyerukan agar semua pihak menahan diri dan mendorong deeskalasi.
Korea Selatan, melalui Wakil Menteri Industri-nya, menyampaikan kekhawatiran atas dampak serangan terhadap sektor perdagangan.
Sementara itu, bentrokan antara Iran dan Israel terus berlanjut, dengan masing-masing pihak melancarkan serangan udara dan misil.
Ketegangan ini juga memicu perdebatan mengenai kemungkinan pelanggaran hukum internasional dan potensi kejahatan perang.
Sejak konflik meningkat pada 13 Juni lalu, harga Brent telah naik sekitar 13%, sementara WTI mengalami kenaikan sekitar 10%.
Risiko konflik di Selat Hormuz kini menjadi tekanan besar bagi pasar global yang terus mencermati perkembangan hubungan Iran dan Amerika Serikat.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
