Connect with us

Internasional

PBB Minta Aktivitas Militer Dihentikan usai AS Bombardir Yaman hingga Tewaskan Puluhan Orang

PBB menyerukan penghentian semua aktivitas militer setelah serangan udara Amerika Serikat (AS) di wilayah yang dikuasai Houthi di Yaman. 

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 03 17t151051.014
PBB Minta Aktivitas Militer Dihentikan usai AS Bombardir Yaman hingga Tewaskan Puluhan Orang | Gambar: Reuters

MPN Indonesia 17 Maret 2025 - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Minggu (16/3) menyerukan penghentian semua aktivitas militer setelah serangan udara Amerika Serikat (AS) di wilayah yang dikuasai Houthi di Yaman. 

Dalam pernyataan resminya, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan akibat ancaman Houthi terhadap kapal-kapal di Laut Merah.

“Kami menyerukan pengendalian diri sepenuhnya dan penghentian semua aktivitas militer,” kata Dujarric dikutip MPN Indonesia dari Antara. 

Dujarric juga menekankan bahwa setiap tindakan yang dilakukan harus menghormati hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional.

Menurutnya, eskalasi serangan dapat memperburuk situasi di Yaman, baik dari segi keamanan maupun kemanusiaan.

Serangan AS Tewaskan Puluhan Jiwa

Pada Sabtu (15/3), Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan udara terhadap Houthi yang disebutnya sebagai tindakan “tegas” dan “kuat”.

Serangan ini terjadi di beberapa wilayah yang dikuasai Houthi, termasuk ibu kota Sanaa dan Saada di bagian utara Yaman.

Kementerian Kesehatan yang dikelola Houthi melaporkan bahwa serangan tersebut menyebabkan 31 orang tewas dan 101 lainnya luka-luka, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Sementara itu, laporan dari media Houthi menyebutkan bahwa serangan di Saada mengakibatkan sedikitnya 10 korban jiwa.

Seorang fotografer AFP di Sanaa melaporkan adanya tiga ledakan besar dan gumpalan asap yang membubung dari daerah permukiman.

Serangan ini memicu kecaman dari Houthi, yang menyebutnya sebagai “agresi AS-Inggris” serta “kebrutalan kriminal” Washington.

Tanggapan Houthi dan Serangan Balasan

Sebagai respons terhadap serangan Amerika Serikat, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree mengumumkan bahwa pasukannya telah meluncurkan operasi militer yang menargetkan kapal induk USS Harry S. Truman dan kapal-kapal pengawalnya di Laut Merah bagian utara.

Baca Juga:  Toyota bakal Impor Mobil Buatan AS ke Jepang, Diduga Demi Redam Amarah Trump

Serangan ini melibatkan 18 rudal balistik dan jelajah serta pesawat nirawak (drone).

Houthi sendiri telah melakukan serangan terhadap kapal-kapal yang terhubung dengan Israel di Laut Merah sejak akhir 2023.

Mereka menyatakan bahwa tindakan ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina.

Kelompok tersebut sempat menghentikan serangan saat gencatan senjata antara Hamas dan Israel berlangsung pada Januari, tetapi kembali mengancam akan melanjutkannya setelah Israel memblokir bantuan ke Gaza pada 2 Maret.

Ketegangan Regional dan Posisi Amerika Serikat

Amerika Serikat telah mengklasifikasikan Houthi sebagai “organisasi teroris asing” pada awal Maret 2025 dan melarang segala bentuk interaksi dengan kelompok tersebut.

Menurut Pentagon, sejak 2023, Houthi telah menyerang kapal perang AS sebanyak 174 kali dan kapal komersial sebanyak 145 kali.

Dalam pernyataannya di media sosial Truth Social, Presiden Trump menegaskan bahwa AS akan terus menggunakan “kekuatan mematikan yang sangat besar” hingga mencapai tujuannya di Yaman.

Unggahan tersebut muncul tidak lama setelah media yang berafiliasi dengan Houthi mengumumkan serangan udara AS.

Sementara itu, PBB tetap berkomitmen untuk mencari solusi damai di Yaman dengan mengupayakan de-eskalasi konflik.

Organisasi ini berencana melibatkan pihak-pihak terkait di tingkat nasional, regional, dan internasional guna mengakhiri ketegangan yang berkepanjangan di negara tersebut.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending