Connect with us

Berita

Kementan dan Kemensos Akan Beri Bibit Pangan untuk Keluarga Miskin

Wamentan Sudaryono dan Mensos Saifullah Yusuf bekerja sama dalam program pembagian bibit tanaman pangan untuk keluarga miskin.

Actress 1299250

Published

on

Kementan dan Kemensos Akan Beri Bibit Pangan untuk Keluarga Miskin
Kementan dan Kemensos Akan Beri Bibit Pangan untuk Keluarga Miskin. Gambar: Detik/Taufiq Syarifudin

MPN Indonesia 21 Januari 2025 - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono bertemu dengan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta, pada Senin (20/1).

Pertemuan tersebut membahas pelaksanaan program pembagian bibit tanaman pangan untuk keluarga miskin sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan.

Program Pangan Bergizi untuk Keluarga Miskin

Menurut Sudaryono, program bertajuk Pangan Bergizi yang digagas oleh Kementerian Pertanian (Kementan) bertujuan menyediakan bibit tanaman dan hewan bagi masyarakat miskin, khususnya yang tinggal di pedesaan.

Bibit tersebut dapat dimanfaatkan di pekarangan rumah untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

“Program ini memungkinkan masyarakat memproduksi kebutuhan pangan sendiri di pekarangan rumah mereka,” ujar Sudaryono.

Ia menambahkan bahwa inisiatif ini tidak hanya mengurangi pengeluaran keluarga, tetapi juga membantu menekan inflasi, terutama pada komoditas seperti cabai, sayuran, dan buah-buahan.

Kolaborasi Data untuk Ketepatan Sasaran

Sudaryono menekankan pentingnya penggunaan data tunggal dalam implementasi program ini.

Data yang diperoleh dari Kemensos akan memastikan bahwa bantuan bibit pangan tepat sasaran dan menyasar keluarga miskin yang paling membutuhkan.

“Kami memohon data dari Pak Menteri Sosial terkait daerah-daerah mana saja yang membutuhkan. Ini penting agar program pengentasan kemiskinan melalui sektor pertanian dapat berjalan efektif,” jelasnya.

Mensos Saifullah Yusuf menyambut baik kerja sama ini dan menyatakan bahwa kolaborasi berbasis data akan difokuskan pada mendorong ketahanan pangan masyarakat miskin di sektor pertanian.

Subsidi Pemerintah untuk Petani Penggarap

Selain membahas program bibit pangan, Sudaryono juga menjelaskan bahwa Kementan akan memberdayakan petani penggarap lahan melalui subsidi pemerintah.

Baca Juga:  Bahlil Minta Maaf ke Publik setelah Insiden Warga Meninggal saat Antre Gas Elpiji 3 Kg

Bantuan yang diberikan mencakup bibit, pupuk, dan perbaikan irigasi.

Pada tahun ini, perbaikan irigasi akan diselesaikan berdasarkan instruksi presiden (inpres) yang telah dikeluarkan.

“Masalah irigasi sudah diatasi, begitu juga dengan distribusi pupuk. Daftar penerima pupuk kini tersedia sejak Desember tahun sebelumnya, sehingga pupuk dapat diambil mulai 1 Januari 2025,” ungkap Sudaryono.

Ia juga menyoroti upaya pemerintah dalam menjaga harga gabah tetap kompetitif.

Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah telah dinaikkan dari Rp6.000 menjadi Rp6.500 per kilogram.

Kebijakan ini bertujuan melindungi petani dari praktik tengkulak yang merugikan.

“Jangan sampai, mohon maaf, kita selalu mengatakan tengkulak, jangan sampai tengkulak ini jadi kompeni baru, saya selalu mengatakan begitu. Bagaimana dia tidak ikut menanam, tidak ikut mupuk, tidak ikut ke sawah, hanya beli, tapi dia mengambil untungnya paling banyak,” ucapnya.

Pada kesempatan serupa, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan pertemuan keduanya membahas data. Mereka ingin berkolaborasi untuk pengentasan kemiskinan lewat pertanian.

“Kita akan coba fokus kepada dunia pertanian apa yang bisa dilakukan dengan data baru ini, ya. Terutama untuk mendorong ketahanan pangan,” kata Saifullah Yusuf.

Trending