Connect with us

Berita

Tangsel Olah 50 Kg Limbah Sisa Makanan Bergizi Gratis per Hari untuk Budidaya Maggot dan Pakan Ternak

Kota Tangerang Selatan mengolah 50 kg limbah makanan setiap hari dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mendukung budidaya maggot dan pakan ternak.

Actress 1299250

Published

on

Tangsel Olah 50 Kg Limbah Sisa Makanan Bergizi Gratis per Hari untuk Budidaya Maggot dan Pakan Ternak
Tangsel Olah 50 Kg Limbah Sisa Makanan Bergizi Gratis per Hari untuk Budidaya Maggot dan Pakan Ternak. Gambar: Kompas.com/Dian Erika

MPN Indonesia 21 Januari 2025 - Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memanfaatkan sekitar 50 kilogram limbah makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap hari untuk mendukung budidaya maggot dan pakan ternak.

Inisiatif ini bertujuan mengolah sisa makanan yang tidak dihabiskan siswa menjadi produk bernilai ekonomis sekaligus membantu mengatasi permasalahan lingkungan terkait limbah makanan.

Pemanfaatan Limbah Makanan untuk Maggot dan Pakan Ternak

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kota Tangsel, Nindy Sabrina, menjelaskan bahwa pengelolaan limbah ini dilakukan sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Dalam surat edaran KLH, pengelolaan sampah organik seperti sisa makanan diarahkan untuk dimanfaatkan sebagai sumber makanan bagi budidaya maggot.

“Sudah diarahkan jadi sumber makanan untuk budidaya maggot,” ujar Nindy pada Senin (20/1).

Budidaya maggot sendiri memanfaatkan limbah organik, termasuk sisa makanan dari program makan bergizi gratis, sebagai bahan baku.

Maggot yang dihasilkan dapat digunakan sebagai pakan ternak atau dijual.

Selain itu, warga Tangsel juga memanfaatkan limbah makanan dari MBG untuk pakan ternak seperti ayam dan bebek.

Menurut Nindy, inisiatif ini sudah berjalan, dan masyarakat secara aktif menggunakan sisa makanan untuk kebutuhan ternak mereka.

“Selama ini juga warga sudah mengambil sisa makanan buat ternak mereka,” tambahnya.

Pengelolaan Limbah Melalui TPS3R

Tubagus Aprilliadhi Kesuma Perbangsa, Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel, menyebutkan bahwa pengelolaan sampah dari program MBG dilakukan di Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) terdekat.

Sampah organik yang dapat diolah dimanfaatkan untuk budidaya maggot, pakan ternak, dan pembuatan pupuk kompos.

Baca Juga:  Prabowo Batalkan Proyek PSEL di Tangerang dan Tangsel, Pengelolaan Dialihkan ke TPA Jatiwaringin

“Sehari 50 kilo sampai, tidak sampai 100 kilogram. Kalau masyarakat ada maggot, untuk pakan ternak ataupun pupuk bisa. Yang tidak bisa dikelola, kita buang. Itu kerja sama dengan TPS3R atau komunitas lingkungan,” ungkap Tubagus pada Selasa (21/1).

Program Makan Bergizi Gratis dan Dampaknya

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu inisiatif unggulan pemerintah pusat untuk meningkatkan pemenuhan gizi anak-anak di Indonesia.

Diluncurkan pada Senin (6/1), program ini telah diimplementasikan di tujuh sekolah di Tangsel yang berlokasi dekat dapur umum di Lengkong Gudang, Kecamatan Serpong.

Namun, dampak positif program ini tidak hanya dirasakan oleh siswa peserta MBG.

Limbah makanan yang dihasilkan juga memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat melalui pemanfaatannya sebagai bahan pakan ternak dan budidaya maggot.

Dengan demikian, program MBG tidak hanya mendukung pemenuhan gizi anak-anak tetapi juga berkontribusi pada pengelolaan sampah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Trending