Ekonomi
Kepala BGN: Anggaran Makan Bergizi Gratis Naik Drastis, Butuh Rp28 Triliun Per Bulan
Anggaran program makan bergizi gratis (MBG) diperkirakan mencapai Rp28 triliun per bulan pada 2026, dengan total tahunan Rp336 triliun. Pemerintah berencana mempercepat cakupan penerima manfaat, yang pada 2025 ditargetkan mencapai 82,9 juta orang.
MPN Indonesia 25 Februari 2025 - Anggaran untuk program makan bergizi gratis (MBG) diperkirakan meningkat secara signifikan pada tahun 2026.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa pemerintah akan membutuhkan anggaran sebesar Rp28 triliun per bulan untuk melaksanakan program ini.
Dengan perhitungan tersebut, total anggaran makan bergizi gratis secara tahunan mencapai Rp336 triliun pada 2026.
Alokasi Anggaran dan Target Penerima Manfaat
Pada tahun 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp71 triliun untuk program makan bergizi gratis, yang ditujukan bagi 17,5 juta penerima manfaat.
Namun, permintaan untuk memperluas cakupan program terus meningkat di berbagai daerah.
Untuk menjawab kebutuhan ini, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan percepatan implementasi MBG, dengan target menjangkau hingga 82,9 juta penerima manfaat pada akhir Desember 2025.
Untuk mencapai target tersebut, diperlukan tambahan anggaran secara signifikan.
Menurut Dadan, jika percepatan mulai dilakukan pada September 2025, tambahan anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp100 triliun.
Apabila percepatan dimulai pada Oktober, tambahan anggaran menjadi Rp75 triliun, dan jika dimulai pada November, dibutuhkan Rp50 triliun.
“Pokoknya hitungannya Rp25 triliun per bulan untuk menjangkau 82,9 juta penerima manfaat pada tahun 2025,” jelas Dadan, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dilansir dari detik.com, pada Senin (24/2).
Kenaikan Anggaran Tahun 2026
Pada tahun 2026, program makan bergizi gratis diproyeksikan akan mencakup 30 juta penerima manfaat dengan total anggaran sebesar Rp109 triliun.
Namun, kebutuhan anggaran untuk menjalankan program secara penuh mencapai Rp28 triliun per bulan.
Lonjakan anggaran ini bertujuan untuk mempercepat perluasan cakupan penerima dan memastikan kebutuhan gizi masyarakat terpenuhi secara merata.
Perhitungan ini menunjukkan adanya peningkatan anggaran yang signifikan dibandingkan dengan alokasi tahun sebelumnya.
Pada tahun 2025, anggaran yang dialokasikan hanya sebesar Rp71 triliun, yang jauh lebih rendah dibandingkan kebutuhan tahun 2026.
Percepatan Implementasi dan Tantangan Anggaran
Dalam upaya mempercepat implementasi program makan bergizi gratis, pemerintah dihadapkan pada tantangan anggaran yang besar.
Sejumlah daerah mengajukan permintaan agar cakupan program diperluas lebih cepat untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Untuk memenuhi permintaan tersebut, tambahan anggaran yang signifikan menjadi kebutuhan utama.
Dadan menjelaskan bahwa percepatan program ini membutuhkan tambahan Rp25 triliun per bulan, tergantung pada waktu mulai percepatan.
Jika percepatan dilaksanakan mulai September, total tambahan anggaran mencapai Rp100 triliun hingga akhir tahun 2025.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
