Connect with us

Ekonomi

Pemerintah Rilis Paket Ekonomi 8+4+5, Ada Bantuan Pangan hingga Diskon Iuran Ojol

Pemerintah merilis 17 program dalam Paket Ekonomi 2025 yang mencakup akselerasi, program lanjutan 2026, dan penyerapan tenaga kerja.

Logompn

Published

on

Pemerintah rilis paket ekonomi 8+4+5, ada bantuan pangan hingga diskon iuran ojol
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto bersama Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (15/9). Gambar : Tangkapan Layar YouTube/Sekretariat Presiden

MPN Indonesia 16 September 2025 - Pemerintah resmi merilis 17 program bantuan sosial dalam Paket Ekonomi 2025 yang terdiri dari delapan program akselerasi, empat program lanjutan untuk 2026, serta lima program penyerapan tenaga kerja.

Paket ini diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/9/2025).

Paket ekonomi tersebut mencakup berbagai bentuk bantuan pemerintah, mulai dari bantuan pangan hingga diskon iuran bagi pengemudi ojek online (ojol).

Program ini ditujukan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional sekaligus menyerap tenaga kerja melalui sektor padat karya, pariwisata, dan modernisasi sektor maritim.

“Rapat dengan Pak Presiden tadi membahas terkait dengan kebijakan yang akan diambil yang kita beri nama program Paket Ekonomi di tahun 2025 ini, yang terdiri dari 8 program akselerasi di 2025, 4 program yang dilanjutkan di 2026, dan 5 program yang terkait dengan andalan pemerintah terkait penyerapan tenaga kerja,” ujar Airlangga Hartarto dalam keterangannya, dikutip MPN Indonesia dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (16/9).

Rincian 8 Program Akselerasi 2025

Delapan program akselerasi yang diluncurkan pemerintah di 2025 meliputi:

  1. Program magang bagi lulusan perguruan tinggi dengan batas kelulusan maksimal satu tahun.
  2. Perluasan PPh Pasal 21 DTP untuk 552 ribu pekerja di sektor pariwisata.
  3. Bantuan pangan untuk periode Oktober–November 2025.
  4. Diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi pekerja BukanPenerima Upah (BPU) di sektor transportasi online, termasuk ojek online, ojek pangkalan, sopir, kurir, dan logistik, berlaku enam tahun.
  5. Program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
  6. Program Padat Karya Tunai (cash for work) dari Kementerian Perhubungan dan Kementerian PUPR.
  7. Program deregulasi implementasi PP28/2025.
  8. Program perkotaan (pilot project di DKI Jakarta) berupa perbaikan kualitas permukiman serta penyediaan platform pemasaran dan gigs untuk UMKM.
Baca Juga:  Cara Cek Apakah NIK KTP Terdaftar sebagai Penerima Bansos PKH, BNPT hingga Beras 20 Kg

4 Program Dilanjutkan pada 2026

Empat program dari Paket Ekonomi 2025 akan diteruskan pada 2026, yakni:

  1. Perpanjangan PPh Final 0,5% bagi Wajib Pajak UMKM dengan penyesuaian penerima.
  2. Perpanjangan PPh Pasal 21 DTP untuk pekerja sektor pariwisata melalui APBN 2026.
  3. PPh Pasal 21 DTP untuk pekerja industri padat karya melalui APBN 2026.
  4. Program diskon iuran JKK dan JKM untuk seluruh penerima BPU.

5 Program Penyerapan Tenaga Kerja

Untuk mendorong penciptaan lapangan kerja baru, pemerintah menyiapkan lima program penyerapan tenaga kerja, antara lain:

  1. Operasional KDKMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih).
  2. Replanting di Perkebunan Rakyat.
  3. Kampung Nelayan Merah Putih.
  4. Revitalisasi Tambak Pantura.
  5. Modernisasi kapal nelayan.

Program-program tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat pemulihan ekonomi serta perlindungan sosial melalui bantuan yang lebih terarah.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending