Connect with us

Berita

Presiden Prabowo: Penggilingan yang Tak Mau Beli Gabah Rp6.500/Kg Akan Ditutup!

Prabowo Subianto memerintahkan seluruh penggilingan padi membeli gabah kering panen dengan harga Rp6.500/kg.

Actress 1299250

Published

on

Presiden Prabowo Penggilingan yang Tak Mau Beli Gabah Rp6.500Kg Akan Ditutup!
Presiden Prabowo Penggilingan yang Tak Mau Beli Gabah Rp6.500Kg Akan Ditutup!. Gambar: Dok. Gerindra

MPN Indonesia 4 Februari 2025 - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar seluruh penggilingan, baik yang dikelola Perum Bulog maupun swasta, membeli gabah kering panen (GKP) dengan harga Rp6.500 per kilogram (kg).

Jika penggilingan tidak menjalankan kebijakan ini, pemerintah akan mengambil alih operasionalnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam pertemuan di Kementerian Pertanian pada Senin (3/2).

Hadir dalam kesempatan itu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi.

Pertemuan juga diikuti secara daring oleh Dinas Pertanian daerah dan Ketua Umum Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi), Sutarto Ali Muso.

Sikap Tegas Pemerintah terhadap Penggilingan

Prabowo menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan langkah penting untuk menjaga kesejahteraan petani dan memastikan stabilitas harga gabah di pasaran.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah tidak akan ragu untuk menutup penggilingan yang tidak mematuhi aturan.

“Kalau tidak mau, ya sudah, tutup saja, nggak usah bikin penggilingan padi, saya ambil alih. Negara ambil alih penggilingan padi. Saya katakan, ini masalah hidup dan mati, ini masalah survival, saya tidak main-main,” ujar Prabowo.

Kebijakan pemerintah ini bertujuan melindungi petani dari praktik pembelian gabah dengan harga di bawah ketentuan yang berlaku.

Prabowo menyoroti pentingnya memastikan bahwa petani tidak dirugikan dalam rantai distribusi pangan nasional.

Respons Perpadi dan Tantangan di Lapangan

Ketua Umum Perpadi, Sutarto Ali Muso, mengungkapkan bahwa proses penyerapan GKP dengan harga Rp6.500/kg sudah berjalan.

Namun, ia juga mengakui masih terdapat penggilingan yang membeli gabah dengan harga lebih rendah.

Baca Juga:  Peserta PPPK 2024 yang Tak Lulus akan Diangkat jadi Paruh Waktu

Menurutnya, harga yang diterapkan penggilingan dapat dipengaruhi oleh faktor kualitas gabah, seperti kadar air dan rendemen.

“Bahkan sebenarnya kasus-kasus tertentu, penggilingan padi membeli di atas Rp6.500/kg. Ada kasus-kasus yang masih di bawah Rp6.500/kg, karena mungkin kaitannya dengan kadar air, rendemen,” jelas Sutarto.

Menanggapi hal tersebut, Prabowo menegaskan bahwa alasan kualitas tidak boleh dijadikan dalih untuk membeli gabah di bawah harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Ia menekankan pentingnya keberpihakan terhadap petani dalam kebijakan ekonomi nasional.

“Jangan selalu korbankan petani, alasan kadar air, rendemen, kualitaslah. Saya sudah lama jadi orang Indonesia. Saya tahu cara-cara orang kecil selalu dikorbankan. Kali ini pemerintah akan bertindak,” tegasnya.

Pemerintah Siap Bangun Ribuan Penggilingan

Sebagai langkah antisipasi, Prabowo menyatakan bahwa jika penggilingan swasta tidak mampu memenuhi harga pembelian GKP yang telah ditetapkan, maka pemerintah siap membangun penggilingan sendiri.

Menurutnya, negara memiliki kapasitas untuk mengembangkan infrastruktur pengolahan gabah secara luas.

“Kita tidak main-main, kalau perlu pemerintah yang akan mengoperasikan penggilingan padi. Pemerintah Indonesia punya kekuatan, saya bisa buka ribuan penggilingan padi,” kata Prabowo.

Trending