Berita
RI Akan Impor 280 Ribu Ton Daging dari India Jelang Ramadan dan Lebaran 2025
Pemerintah Indonesia akan mengimpor 280 ribu ton daging kerbau dari India menjelang Ramadan dan Lebaran 2025.
MPN Indonesia 6 Februari 2025 - Pemerintah Indonesia berencana mengimpor 100 ribu ton daging kerbau dari India menjelang Ramadan dan Lebaran 2025.
Kebijakan ini bertujuan memastikan ketersediaan daging di dalam negeri serta menjaga stabilitas harga di pasar.
Kepastian impor ini disampaikan oleh Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, usai rapat Neraca Komoditas (NK) di Kementerian Koordinator Bidang Pangan pada Rabu (5/2).
Dalam keterangannya, Arief menjelaskan bahwa impor daging kerbau ini sepenuhnya akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Kalau kerbau, fix BUMN (yang impor). Kenapa? Karena itu yang dipakai nanti pemerintah untuk intervensi,” ungkap Arief saat ditemui di Graha Mandiri, Jakarta Pusat.
India jadi Satu-satunya Pemasok
Arief menegaskan bahwa India adalah satu-satunya negara pemasok daging kerbau bagi Indonesia.
Saat ditanya mengenai kemungkinan sumber lain, ia menegaskan bahwa tidak ada negara alternatif selain India untuk impor daging kerbau.
“Ada negara alternatif selain India? Nggak ada,” ungkap Arief.
Ia juga menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari menjaga keseimbangan perdagangan antara Indonesia dan India.
“Kita ini kan ekspornya jutaan dolar ke misalnya India. India juga minta apa sih yang bisa diimpor dari kita. Kita juga memang perlu daging kan. Itu juga harus ada,” jelasnya.
Proses impor ini diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu bulan, sehingga persiapannya dilakukan lebih awal agar stok daging mencukupi pada Ramadan dan Lebaran.
Total Impor Daging Mencapai 280 Ribu Ton
Selain daging kerbau, pemerintah juga mengatur impor daging sapi dalam Neraca Komoditas.
Arief menyebutkan bahwa total pengadaan daging sapi mencapai 180 ribu ton, sehingga total impor daging, termasuk daging kerbau, akan mencapai 280 ribu ton.
“Ini kan 180 ribu (ton daging sapi) ditambah 100 ribu (ton daging kerbau),” kata Arief.
Pemerintah menekankan bahwa impor daging kerbau beku tetap memperhatikan perlindungan terhadap peternak dan petani lokal.
Arief menegaskan bahwa kebijakan impor dilakukan sesuai kebutuhan agar tidak merugikan produsen dalam negeri.
“Kita harus pastikan impor ini tidak mengganggu usaha peternak kita sendiri,” tambahnya.
Menunggu Finalisasi Kebijakan
Meskipun keputusan impor daging kerbau sudah disepakati dalam rapat Neraca Komoditas, Arief menyebut bahwa finalisasi kebijakan ini masih menunggu risalah resmi.
“Nanti kalau ada risalahnya, saya kabarin ya. Hari ini,” pungkasnya.
Dengan adanya impor ini, pemerintah berharap kebutuhan daging selama Ramadan dan Lebaran dapat terpenuhi, serta harga tetap stabil di pasaran.
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
