Berita
Subsidi BBM dan LPG Akan Dialihkan untuk Program 3 Juta Rumah Rakyat
Pemerintah pertimbangkan pengalihan subsidi BBM dan LPG untuk mendukung program pembangunan 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
MPN Indonesia 29 Oktober 2024 - Pemerintah tengah mempertimbangkan pengalihan subsidi energi, termasuk subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG, yang dinilai kurang tepat sasaran, untuk mendukung program pembangunan 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI) sekaligus anggota Satuan Tugas (Satgas) Perumahan, Joko Suranto, menyampaikan rencana ini pada Senin (28/10) saat ditemui di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta.
Alasan Pengalihan Subsidi BBM dan LPG
Joko menjelaskan bahwa subsidi BBM dan LPG yang digelontorkan pemerintah, mencapai sekitar Rp256 triliun per tahun, sering kali tidak sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Ia menyoroti bahwa sebagian penerima subsidi ini adalah mereka yang tergolong mampu, seperti pemilik mobil pribadi.
Berdasarkan perhitungannya, subsidi energi yang dinikmati pemilik mobil pribadi berkisar antara Rp600.000 hingga Rp800.000 per bulan.
“Rencananya akan ada perubahan alokasi dari subsidi bahan bakar, LPG, hingga bensin dan gas. Saat ini, subsidi energi memang dinilai kurang tepat sasaran, dan wacananya akan dialihkan langsung kepada rakyat untuk membantu pembayaran angsuran rumah di kemudian hari,” ujar Joko.
Melalui pengalihan subsidi BBM dan LPG ini, diharapkan dana tersebut dapat lebih optimal mendukung program perumahan rakyat.
Program 3 Juta Rumah oleh Pemerintah
Program pembangunan 3 juta rumah rakyat ini dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan fokus pemerataan di wilayah perkotaan dan perdesaan.
Sesuai rencana, 2 juta rumah akan dibangun di pedesaan, sementara 1 juta lainnya di perkotaan.
Program ini bertujuan untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah, mengurangi backlog perumahan, dan meningkatkan akses terhadap kepemilikan rumah.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan bahwa program ini akan diimplementasikan melalui kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta.
“Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kita terbatas, sehingga kami mengajak swasta berpartisipasi menyukseskan program ini,” ujar Maruarar.
Salah satu kontribusi yang disarankan adalah sumbangan lahan dari pihak swasta untuk pembangunan rumah subsidi.
Kontribusi Swasta dalam Program Perumahan
Dalam semangat gotong royong yang diusung pemerintah, Maruarar Sirait mengajak para pengusaha untuk berkontribusi dalam program 3 juta rumah rakyat.
Maruarar telah menyumbangkan 2,5 hektare lahannya di Tangerang sebagai lahan percontohan pembangunan rumah subsidi.
Ia juga mengajak pengusaha lain mengikuti langkah ini guna mencapai target perumahan yang dicanangkan.
“Kita ingin menumbuhkan kepedulian dan gotong royong. Motto kami adalah gotong royong membangun rumah untuk rakyat,” ungkap Maruarar dalam kunjungannya ke Rumah Susun Pasar Rumput, Jakarta, pada Minggu (27/10).
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
