Connect with us

Berita

Empati Korban Banjir Sumatra, Pemkot Palembang Tiadakan Perayaan Malam Tahun Baru

Pemkot Palembang meniadakan perayaan Tahun Baru 2026 sebagai bentuk empati terhadap korban banjir di Aceh, Sumbar, dan Sumut. Warga diimbau tanpa euforia.

Logompn

Published

on

Empati korban banjir sumatra, pemkot palembang tiadakan perayaan malam tahun baru
Ilustrasi Pesta Kembang Api Saat Malam Tahun Baru. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 23 Desember 2025 - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang resmi meniadakan perayaan malam Tahun Baru 2026 sebagai bentuk empati terhadap korban bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra.

Kebijakan ini merupakan arahan langsung dari Wali Kota Palembang Ratu Dewa dan Wakil Wali Kota Prima Salam.

Keputusan tersebut disampaikan kepada publik melalui berbagai saluran informasi, termasuk media sosial resmi pemerintah daerah.

Salah satunya dipublikasikan melalui akun Instagram @sahabat_ratudewa pada Jumat (19/12), yang menegaskan tidak akan ada pesta pergantian tahun di Kota Palembang.

“Pak @Ratudewa ajak warga empati terhadap korban bencana banjir di Aceh, Sumbar, dan Sumut,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut, dikutip MPN Indonesia pada Selasa (23/12).

Imbauan Empati dan Kondusivitas Kota

Melalui edaran yang sama, masyarakat Palembang diminta untuk menjaga suasana tetap kondusif serta menghormati kondisi masyarakat di wilayah yang terdampak bencana banjir.

“Semoga warga kota Palembang tidak larut dalam euforia atau pesta berlebihan di malam pergantian tahun baru nanti,” tutup keterangan edaran tersebut.

Kebijakan meniadakan perayaan Tahun Baru 2026 ini diambil sebagai bentuk solidaritas dan kepekaan sosial terhadap masyarakat yang terdampak banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Selain itu, Pemkot Palembang juga mengimbau agar malam pergantian tahun diisi dengan kegiatan positif, seperti doa bersama dan upaya memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Malam pergantian tahun seharusnya dimaknai sebagai momentum refleksi dan kepedulian, bukan sekadar perayaan hura-hura,” ujar Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Palembang, Isnaini Madani dalam keterangannya.

Tidak Ada Euforia dan Pesta Berlebihan

Pemkot Palembang turut menegaskan agar masyarakat tidak mengadakan pesta berlebihan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Baca Juga:  BGN Pastikan Program MBG Tetap Berjalan Selama Libur Nataru

Imbauan ini disampaikan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan kota selama malam pergantian tahun.

“Semoga warga Palembang tidak larut dalam euforia atau pesta berlebihan di malam pergantian tahun baru nanti,” pungkas Isnaini.

Sebagai perbandingan, pada perayaan malam Tahun Baru 2025 lalu, Pemkot Palembang sempat menggelar pertunjukan Drone Show LED Vision dan hiburan musik yang dipusatkan di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB).

Acara tersebut dihadiri puluhan ribu warga yang memadati area BKB, Jembatan Ampera, dan sekitarnya.

Sebanyak 150 drone dikendalikan dengan teknologi kecerdasan buatan untuk menampilkan berbagai ikon Kota Palembang, seperti logo Pemkot Palembang, Tugu Iwak Belido, Jembatan Ampera, serta lafaz Allah dan Nabi Muhammad.

Namun, pada malam pergantian Tahun Baru 2026, kegiatan serupa dipastikan tidak akan dilaksanakan sebagai wujud empati terhadap korban bencana banjir.

Pemerintah daerah berharap kebijakan ini dapat menjadi contoh dalam merespons situasi bencana nasional secara kolektif, sekaligus memperkuat nilai solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

(AKM/NID/RAD)

Trending