Connect with us

Berita

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Ini Daftar Lokasinya

Fenomena alam berupa gerhana matahari total akan terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026. Berikut wilayah yang dapat menyaksikan.

Logompn

Published

on

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Ini Daftar Lokasinya
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Ini Daftar Lokasinya. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 4 Agustus 2026 - Fenomena alam berupa gerhana matahari total akan terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Menurut NASA, gerhana matahari total terjadi ketika Bulan melintas tepat di antara Bumi dan Matahari sehingga menutupi seluruh piringan Matahari.

Peristiwa ini diprediksi berlangsung mulai pukul 15.35 UTC, mencapai puncak pada 17.47 UTC, dan berakhir pada 19.59 UTC.

Jalur gerhana melintasi sejumlah wilayah seperti Samudra Arktik, Greenland, Islandia, Samudra Atlantik, Spanyol, Rusia, serta sebagian kecil Portugal.

Fenomena alam ini tidak dapat disaksikan dari Indonesia karena posisi wilayah berada di luar jalur umbra dan penumbra saat kejadian berlangsung.

Jalur Gerhana

Berdasarkan data NASA dan European Space Agency (ESA), jalur gerhana matahari total melintasi wilayah-wilayah utama di belahan bumi utara, termasuk pesisir timur dan utara Greenland, Islandia, Rusia bagian utara, Samudra Atlantik, hingga Spanyol dan sebagian kecil Portugal.

Di Spanyol, jalur totalitas mencakup wilayah Galicia, Asturias, Castile and León, Aragon, hingga Kepulauan Balearic.

Negara-negara seperti Inggris Raya, Prancis, Jerman, Italia, negara-negara Skandinavia, Maroko, Aljazair, serta wilayah timur laut Amerika Serikat, termasuk New York dan Boston, hanya akan mengalami fase sebagian.

Proses Terjadinya Gerhana Matahari Total

Gerhana matahari total berlangsung melalui beberapa tahapan. Tahap awal dimulai dengan kontak pertama saat tepi Bulan mulai menutupi piringan Matahari, yang membuat bentuk Matahari tampak seperti sabit.

Menjelang totalitas, muncul fenomena diamond ring effect atau efek cincin berlian, diikuti baily’s beads berupa titik-titik cahaya kecil di sepanjang tepi Bulan akibat cahaya Matahari yang masih melewati celah permukaan Bulan.

Baca Juga:  Sinkhole Muncul di Sumbar, Pakar Sebut Ada Pengaruh dari Siklon Senyar

Pada fase puncak atau totalitas, seluruh piringan Matahari tertutup sehingga langit menjadi gelap seperti malam hari.

Pada tahap ini, korona Matahari terlihat jelas sebagai cahaya putih menyerupai mahkota di sekitar Bulan.

Setelah itu, proses berlangsung secara berbalik hingga Matahari kembali terlihat sepenuhnya.

Imbauan Keselamatan

Meskipun gerhana matahari total menjadi fenomena alam yang menarik, pengamatan harus dilakukan dengan aman.

NASA menyarankan penggunaan kacamata khusus berstandar ISO 12312-2 atau metode tidak langsung seperti pinhole projector.

Pengamatan tanpa pelindung hanya aman dilakukan saat fase totalitas dan bagi pengamat yang berada tepat di jalur gerhana matahari total.

Di luar fase tersebut, melihat Matahari secara langsung tanpa perlindungan dapat menyebabkan kerusakan retina secara permanen.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending