Connect with us

Internasional

Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini bakal Terjadi pada 2027, Makkah Berpotensi Gelap Gulita

Gerhana matahari total terlama pada abad ke-21 diperkirakan akan terjadi pada 2 Agustus 2027 dan melintasi sejumlah wilayah, termasuk Arab Saudi.

Logompn

Published

on

Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini bakal Terjadi pada 2027, Makkah Berpotensi Gelap Gulita
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini bakal Terjadi pada 2027, Makkah Berpotensi Gelap Gulita. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 15 Juli 2026 - Gerhana matahari total terlama pada abad ke-21 diperkirakan akan terjadi pada 2 Agustus 2027 dan melintasi sejumlah wilayah, termasuk Arab Saudi.

Akibatnya, Kota Makkah berpotensi mengalami kondisi gelap total selama beberapa menit pada siang hari.

Fenomena alam ini disebut sebagai “Gerhana Abad Ini” karena memiliki durasi totalitas terpanjang, yakni mencapai 6 menit 23 detik.

Berdasarkan laporan Space, peristiwa ini akan terjadi setelah rangkaian gerhana matahari total pada 12 Agustus 2026 yang melintasi wilayah Greenland, Islandia, hingga Spanyol.

Makkah Berpotensi Gelap Gulita selama 5 Menit

Jalur gerhana matahari total 2027 akan melewati Spanyol selatan, Afrika Utara, hingga Semenanjung Arab.

Wilayah Libya, Mesir, dan Arab Saudi termasuk dalam area yang akan menyaksikan fenomena alam tersebut.

Di wilayah barat Arab Saudi, khususnya Makkah, totalitas diperkirakan membuat sinar Matahari menghilang sepenuhnya selama sekitar lima menit pada siang hari.

Selain Makkah, kota lain yang dapat menyaksikan fenomena ini antara lain Jeddah, Taif, Abha, Jazan, dan Al-Baha, sementara wilayah lainnya hanya mengalami gerhana sebagian.

Imbauan saat Melihat Gerhana

Gerhana matahari total terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Bumi dan Matahari sehingga menutupi seluruh permukaan Matahari bagi pengamat di jalur totalitas.

NASA mengingatkan bahwa masyarakat hanya boleh melihat Matahari secara langsung tanpa pelindung mata ketika fase totalitas berlangsung, yaitu saat Bulan benar-benar menutupi permukaan terang Matahari.

Di luar fase tersebut, pengamatan harus menggunakan pelindung khusus untuk mencegah kerusakan mata.

Metode pengamatan yang direkomendasikan meliputi penggunaan kacamata gerhana, alat pengamatan Matahari genggam, atau metode tidak langsung seperti proyektor lubang jarum.

Baca Juga:  Prediksi Skor Jepang vs Arab Saudi: Kemenangan Jepang Bantu Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia

NASA juga menegaskan bahwa kacamata hitam biasa tidak aman digunakan untuk mengamati fenomena alam ini.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending