Connect with us

Berita

Gap Orang Miskin vs Kaya Makin Jauh karena PayLater, Benarkah?

PayLater berpotensi memperparah ketimpangan sosial-ekonomi antara kalangan kaya dan miskin.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 04 18t120340.016
Gap Orang Miskin vs Kaya Makin Jauh karena PayLater, Benarkah? | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 18 April 2025 - Penggunaan layanan PayLater di Indonesia semakin menjadi sorotan karena berpotensi memperparah ketimpangan sosial-ekonomi antara kalangan kaya dan miskin.

Fenomena ini terjadi seiring meningkatnya ketergantungan masyarakat, terutama dari kelompok ekonomi bawah, terhadap fasilitas pinjaman tersebut.

Dalam situasi ekonomi yang diliputi inflasi dan stagnasi, beban keuangan yang dihasilkan dari penggunaan PayLater dapat memperkecil peluang masyarakat miskin untuk keluar dari siklus kemiskinan.

Gap si Miskin vs si Kaya Makin Jauh

Menurut Peneliti dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Jaya, PayLater bisa menambah buruk gap antara si miskin dan si kaya.

Bahkan ia mengatakan kondisi kekayaan 50 orang terkaya yang setara dengan 50 juta orang Indonesia akan semakin buruk akibat macetnya PayLater dan juga kelesuan ekonomi di masa depan.

“Kondisi kekayaan 50 orang terkaya sama dengan 50 juta orang Indonesia akan bisa semakin buruk akibat paylater macet dan kelesuan ekonomi ke depan,” kata Jaya saat dihubungi MPN Indonesia melalui aplikasi perpesanan, Kamis (17/4).

PayLater Digandrungi Masyarakat Menengah ke Bawah

Umumnya, kelompok masyarakat yang memiliki tabungan di bawah Rp100 juta merupakan pengguna aktif layanan ini.

Akibatnya, dana yang seharusnya dialokasikan untuk tabungan atau investasi justru tersedot untuk memenuhi kebutuhan konsumtif dan membayar cicilan pinjaman.

Beban utang yang meningkat dari penggunaan PayLater menggerus kekayaan bersih mereka, sehingga memperburuk posisi ekonomi jangka panjang.

“Kalau dilihat dari potensi memperburuk gap aset, sama seperti 1% super kaya dibanding 99% terkhusus 50% termiskin akibat pengurang porsi tabungan di bawah 100 juta akibat makan tabungan dan beban paylater,” kata Jaya.

Baca Juga:  Ancaman Utang PayLater Makin Nyata, Pemerintah Diminta Tegas untuk Tangani

Masuknya masyarakat ekonomi lemah dalam ekosistem PayLater tanpa mitigasi risiko finansial ini yang kemudian akan memperkuat siklus kemiskinan struktural.

Dengan penghasilan terbatas dan tanpa akses ke instrumen keuangan yang produktif, utang menjadi alat konsumsi yang justru mempersulit kondisi keuangan mereka.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending