Berita
Gubernur Aceh Perpanjang Status Darurat Bencana selama Dua Pekan
Gubernur Aceh Muzakir Manaf memperpanjang status tanggap darurat selama 14 hari akibat bencana hidrometeorologi yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.
Aceh, MPN Indonesia 11 Desember 2025 - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) resmi memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Aceh selama 14 hari, terhitung mulai 12 Desember hingga 25 Desember.
Informasi tersebut disampaikan oleh Mualem dalam rapat koordinasi penanganan bencana Aceh di Meuligoe Gubernur Aceh, Rabu (10/12).
Keputusan ini diambil karena kondisi bencana alam di sejumlah wilayah masih membutuhkan penanganan intensif dan koordinasi terpadu.
Perpanjangan Status dan Alasan Kebijakan
Mualem menegaskan keputusan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan bencana terus berjalan optimal.
“Saya Gubernur Aceh dengan ini menyatakan perpanjangan status keadaan tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Aceh 2025,” ujar Mualem dalam rapat tersebut, dikutip MPN Indonesia melalui Instagram @muzakirmanaf1964 pada Kamis (11/12).
Ia menjelaskan bahwa hasil survei lapangan menunjukkan masih banyak infrastruktur yang harus diperbaiki, sehingga masa tanggap darurat perlu diperpanjang.
“Jadi pada prinsipnya kita sudah survei ke lapangan maka perlu kita perpanjang dua minggu, untuk rehabilitasi infrastruktur,” jelas Mualem.
Selama dua pekan terakhir, Pemerintah Aceh bekerja memenuhi kebutuhan logistik bagi warga yang terdampak.
Menurut Mualem, upaya ini masih terus dilakukan karena beberapa kebutuhan dasar belum sepenuhnya terpenuhi.
“Ya kita pada prinsipnya akan mengusahakan semaksimal mungkin. Sudah kita siapkan, kita memang kurang, tapi ini kita akan perbaiki dan penuhi termasuk kebutuhan air bersih,” ucapnya.
Ia juga meminta percepatan distribusi bahan bakar minyak dan gas ke wilayah yang masih sulit dijangkau akibat akses yang terputus.
“BBM kurang di sana, tapi kita kebut untuk buka akses,” tambahnya.
Dampak Bencana: Korban Jiwa dan Kerusakan Infrastruktur
Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh selama dua pekan terakhir menimbulkan dampak besar terhadap masyarakat dan fasilitas publik.
Berdasarkan data Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh hingga Rabu malam (10/12), jumlah warga terdampak mencapai 1.951.426 jiwa, dengan 817.742 jiwa mengungsi di 2.186 lokasi.
Data korban mencatat 407 orang meninggal dunia, 31 orang hilang, 479 orang mengalami luka berat, dan 3.845 orang mengalami luka ringan.
Kerusakan infrastruktur juga signifikan, meliputi 259 unit perkantoran, 207 tempat ibadah, 266 sekolah, 15 pondok pesantren, 461 titik jalan, 332 jembatan, serta 132 unit rumah sakit dan puskesmas.
Selain itu, terdapat kerusakan pada 157.318 rumah, 89.206 hektare lahan persawahan, dan 14.725 hektare perkebunan.
Masa Darurat Ditetapkan 14 Hari
Status tanggap darurat ditetapkan berlaku selama 14 hari sejak 12 Desember hingga 25 Desember.
Mualem menyampaikan bahwa masa darurat tersebut masih dapat diperpanjang atau dipersingkat, tergantung kondisi di lapangan.
“Dapat diperpanjang atau diperpendek sesuai dengan kondisi dan kebutuhan,” pungkas Mualem.
Pemerintah Aceh menekankan pentingnya penanganan lanjutan terhadap kerusakan konektivitas, pelayanan kesehatan, pendidikan, fasilitas keagamaan, dan fasilitas sosial lain yang terdampak bencana hidrometeorologi.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
