Connect with us

Berita

Gunung Lewotobi Laki-Laki Masih Berstatus Awas, PVMBG Ingatkan Warga Tetap Waspada

Gunung Lewotobi Laki-Laki berstatus Awas, enam kali erupsi tercatat. Warga diminta waspada dan tidak beraktivitas dalam radius 7–8 km dari kawah.

Logompn

Published

on

Gunung lewotobi laki laki masih berstatus awas, pvmbg ingatkan warga tetap waspada
Visual erupsi G. Lewotobi Laki-laki pada 18 Juni 2025 pukul 17.21 WITA. Gambar : Dok. PVMBG

Nusa Tenggara Timur, MPN Indonesia 20 Juni 2025 - Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, masih menunjukkan intensitas tinggi hingga Kamis (19/6), menurut laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Gunung ini tetap berada pada Status Level IV (Awas), level tertinggi dalam sistem peringatan gunung api di Indonesia.

Aktivitas Erupsi dan Kondisi Visual

Dalam siaran pers PVMBG yang diterima MPN Indonesia, teramati asap kawah utama berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal, setinggi 200–1000 meter dari puncak.

Dalam 24 jam terakhir, tercatat enam kali erupsi. Meskipun tinggi kolom erupsi menurun, sinar api masih terlihat dari kawah pada malam hari, mengindikasikan adanya material pijar di permukaan.

Warga diminta tidak beraktivitas dalam radius 7 km dari puncak dan dalam sektor barat daya hingga timur laut sejauh 8 km.

“Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 7 km dan sektoral barat daya–timur laut 8 km dari pusat erupsi,” imbau PVMBG.

Perubahan Morfologi dan Aktivitas Magma

Sejak erupsi pada 17 Juni, terjadi perubahan morfologi kawah bagian utara. Area ini terbuka akibat letusan dengan arah bukaan ke utara.

Lava terlihat memenuhi dasar kawah dengan panjang sekitar 200 meter dan lebar 150 meter.

Data kegempaan menunjukkan dominasi aktivitas vulkanik pada kedalaman dangkal dan permukaan. Namun, masih ada suplai magma dari dalam, ditandai dengan gempa vulkanik dalam.

Baca Juga:  Warga Panik! Semeru Kembali Muntahkan Awan Panas

Aktivitas Kegempaan dan Potensi Bencana Susulan

Data instrumental periode 18–19 Juni mencatat berbagai aktivitas seismik yang signifikan, termasuk enam kali gempa erupsi, tujuh gempa guguran, serta 17 gempa hembusan.

Selain itu, terdeteksi 20 tremor non-harmonik, 11 gempa low frequency, dan tiga gempa hybrid.

Aktivitas lainnya mencakup satu gempa vulkanik dangkal, tujuh gempa vulkanik dalam, satu gempa tektonik lokal, dan empat gempa tektonik jauh.

Analisis deformasi dengan tiltmeter menunjukkan tekanan permukaan masih tinggi.

Sementara itu, data GPS mengindikasikan adanya inflasi, menandakan tekanan dari dalam gunung masih aktif dan berpotensi memicu erupsi lanjutan.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi bencana alam sekunder, seperti banjir lahar apabila terjadi hujan lebat.

Wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi daerah aliran sungai seperti Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, dan Nurabelen.

Koordinasi dan Imbauan Keselamatan

PVMBG mengimbau pemerintah daerah untuk terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera guna mengantisipasi perubahan kondisi yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Warga juga disarankan tidak mempercayai informasi dari sumber yang tidak jelas dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah.

“Informasi terkini mengenai aktivitas gunungapi dapat diakses melalui situs resmi Magma Indonesia maupun media sosial resmi Badan Geologi,” kata PVMBG.

Bagi warga terdampak hujan abu, penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut sangat disarankan sebagai langkah perlindungan pernapasan.

(AKM/NID/RAD)

Trending