Connect with us

Berita

Hasil Pertemuan Kiai Sepuh dan Gus Yahya di Ponpes Tebuireng, Apa Saja?

Forum Kiai Sepuh Tebuireng membahas bencana di Sumatera dan Aceh serta menilai pemakzulan Gus Yahya tidak sesuai AD/ART, sambil meminta penyelesaian internal PBNU.

Logompn

Published

on

Hasil pertemuan kiai sepuh dan gus yahya di ponpes tebuireng, apa saja
Hasil Pertemuan Kiai Sepuh dan Gus Yahya di Ponpes Tebuireng. Gambar : KabarJombang.id/Kevin Nizar

Jawa Timur, MPN Indonesia 8 Desember 2025 - Forum silaturahmi antara kiai sepuh, para mustasyar, dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) digelar pada Sabtu (6/12) di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

Pertemuan yang berlangsung selama lima jam ini membahas dua isu utama, yakni bencana alam di sejumlah daerah serta dinamika organisasi PBNU terkait pemakzulan Gus Yahya.

Dalam pertemuan tersebut, Forum Kiai Sepuh dan Mustasyar menyampaikan bahwa pencopotan Gus Yahya dari posisi Ketua Umum PBNU oleh Syuriah PBNU tidak sesuai dengan ketentuan AD/ART organisasi.

Namun, forum juga menilai perlunya klarifikasi terhadap dugaan kesalahan atau kekeliruan serius dalam pengambilan keputusan oleh Gus Yahya yang harus diselesaikan melalui mekanisme internal NU.

Forum turut menyampaikan keprihatinan atas bencana alam di Sumatera dan Aceh, serta mendesak pemerintah memberikan bantuan maksimal dan segera, termasuk menindak tegas pelanggaran eksploitasi sumber daya alam yang mengabaikan kelestarian lingkungan.

Fokus Forum: Bencana Alam dan Respons Pemerintah

Juru bicara forum, Abdul Muid, menyampaikan bahwa para kiai sepuh turut menyampaikan belasungkawa atas bencana yang menimpa sejumlah daerah dan mendoakan masyarakat terdampak agar diberi ketabahan.

Forum meminta pemerintah melakukan langkah maksimal dalam penanganan bencana, mengambil kebijakan strategis dan antisipatif, serta menindak tegas pelanggaran eksploitasi sumber daya alam oleh individu maupun korporasi.

“Forum juga mengajak seluruh warga negara Indonesia untuk saling bahu membahu serta terlibat aktif dalam memberikan bantuan kepada para korban bencana,” ujar Abdul Muid saat jumpa pers di Ponpes Tebuireng, Sabtu (6/12).

Baca Juga:  Viral! Wartawan Diusir saat Liput SPPG Dugaan Keracunan MBG di Ngawi

Isu Organisasi: Pemakzulan Gus Yahya

Terkait dinamika organisasi PBNU, Forum Kiai Sepuh menegaskan bahwa proses pemakzulan Gus Yahya tidak sah menurut AD/ART.

“Forum berpandangan bahwa proses pemakzulan Ketua Umum tidak sesuai dengan aturan organisasi sebagaimana ketentuan AD/ART,” jelas Abdul Muid.

Meski begitu, forum juga mengakui adanya informasi mengenai kekeliruan pengambilan keputusan oleh Gus Yahya yang perlu diklarifikasi melalui mekanisme internal.

Forum meminta seluruh pihak menahan diri dan menjaga ketertiban organisasi.

Mereka juga merekomendasikan agar rencana rapat pleno penetapan penjabat (PJ) Ketua Umum PBNU ditunda sampai seluruh prosedur organisasi diselesaikan.

Tokoh yang Hadir dalam Pertemuan

Pertemuan yang dimulai pukul 12.30 WIB ini diinisiasi oleh Pengasuh Ponpes Tebuireng.

Sejumlah tokoh NU hadir langsung, antara lain KH Said Aqil Sirodj, KH Anwar Manshur, KH Nurul Huda Djazuli, KH Abdus Salam Sohib, Hj Mahfudhoh, KH Abdul Hakim Mahfudz, serta dr Umar Wahid sebagai tuan rumah.

Dari jajaran PBNU, hadir pula Muhammad Nuh, Gus Yahya, dan KH Amin Said Husni.

Beberapa tokoh lain hadir secara daring melalui Zoom, seperti KH Ma’ruf Amin, Hj Sinta Nuriyah Wahid, dan KH Abdullah Ubab Maimoen.

Rais A’am PBNU KH Miftahul Akhyar tidak dapat hadir karena menghadiri acara haul di Lasem dan diwakili oleh Muhammad Nuh.

Dalam pertemuan itu, M Nuh menjelaskan bahwa pencopotan Gus Yahya dilakukan berdasarkan dugaan kesalahan organisasi.

“Tidak ada perselisihan individu. Tetapi konteksnya adalah konteks adanya kesalahan. Dan, dari kesalahan itulah maka diberikan sanksi, mundur atau diberhentikan,” pungkas M Nuh.

Ia menambahkan bahwa keputusan rapat harian Syuriah PBNU telah final dan akan dibawa ke rapat pleno pada Selasa (9/12), dengan salah satu agenda penetapan PJ Ketua Umum PBNU.

Baca Juga:  Korban Tewas Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Tambah Jadi 54 Orang, Ada 5 Potongan Tubuh

(AKM/NID/RAD)

Trending