Connect with us

Berita

ICW: Polisi Gelontorkan Rp3,8 Triliun untuk Persenjatai Anggota dalam Menangani Massa Aksi

ICW mencatat institusi Polri menghabiskan anggaran sekitar Rp3,8 triliun pada periode 2019–2025 untuk pembelian peralatan penanganan massa aksi.

Logompn

Published

on

Icw polisi gelontorkan rp3,8 triliun untuk persenjatai anggota dalam menangani massa aksi
ICW Polisi Gelontorkan Rp3,8 Triliun untuk Persenjatai Anggota dalam Menangani Massa Aksi | Gambar: Dok. YLBHI

MPN Indonesia 30 Agustus 2025 - Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menghabiskan anggaran sekitar Rp3,8 triliun pada periode 2019–2025 untuk pembelian peralatan penanganan massa aksi.

Dana tersebut bersumber dari anggaran negara melalui pajak publik dan dialokasikan ke 11 kategori barang.

Dari jumlah tersebut, sebesar Rp1,53 triliun atau sekitar 30 persen digunakan untuk pembelian set alat pengamanan seperti helm, rompi, tameng, tongkat baton, serta pelindung siku dan lutut.

“Polri pada rentang 2019-2025 membeli barang untuk penanganan massa aksi dengan total anggaran sekitar Rp3,8 triliun yang bersumber dari pajak publik,” tulis ICW dalam siaran persnya, dikutip MPN Indonesia pada Sabtu (30/8).

Gelontorkan Anggaran Besar untuk Tangani Protes Rakyat

ICW menilai alokasi anggaran tersebut berkaitan dengan pola represif aparat dalam menangani aksi protes masyarakat.

Sejumlah demonstrasi yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir direspons dengan intimidasi, kekerasan, hingga penyiksaan oleh polisi.

Beberapa lembaga bantuan hukum bahkan mencatat lebih dari 25 orang mengalami penyiksaan, kekerasan, intimidasi, ancaman, dan penangkapan di berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Malang, Surabaya, Medan, dan Kupang.

Dalam siaran pers yang dirilis pada Jumat (29/8), Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil turut mengkritisi tindak represif aparat dalam menangani demo masyarakat.

Mereka menyatakan bahwa tindakan brutal aparat, termasuk penggunaan kendaraan taktis Brimob yang menabrak pengemudi ojek online hingga tewas, menandakan penyalahgunaan anggaran negara.

“Tewasnya warga di tangan Polisi tidak bisa dianggap insiden semata, melainkan kejahatan negara yang harus dipertanggungjawabkan dan direspons dengan audit menyeluruh penggunaan kewenangan dan persenjataan Polri,” tulis pernyataan tersebut.

Baca Juga:  Ketakutan Saat Razia, Pelajar di Ternate Tabrak Polantas hingga Pingsan

Desak Transparansi Anggaran Belanja Polri

Dalam rilis yang sama, ICW menyampaikan sejumlah tuntutan yang dilayangkan kepada institusi Polri untuk menghentikan penggunaan kekuatan berlebih dalam mengondisikan massa yang sedang menyampaikan aspirasi.

ICW secara khusus juga meminta Polri membuka informasi belanja peralatan pengamanan massa sejak 2019 hingga 2025, serta meminta pemerintah untuk melakukan evaluasi anggaran yang dibelanjakan untuk peralatan penanganan massa.

“ICW mendesak agar Polri segera membuka informasi mengenai anggaran belanja pembelian peralatan penanganan massa aksi dari tahun 2019 hingga 2025. Pemerintah dan DPR mengevaluasi anggaran publik yang dikelola negara untuk belanja peralatan penanganan massa di Kepolisian dan penggunaan serta manfaatnya,” tulisnya.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

MPN Studio Hadirkan Perjalanan MT Harjono Lewat Film Pendek, Ceritakan Perjuangannya untuk Indonesia
Film3 minutes ago

MPN Studio Hadirkan Perjalanan M.T. Harjono Lewat Film Pendek, Ceritakan Perjuangannya untuk Indonesia

Kadus di Deli Serdang Bakar Sendiri Barak Diduga Markas Narkoba
Berita14 minutes ago

Kadus di Deli Serdang Bakar Sendiri Barak Diduga Markas Narkoba

Daftar 7 Pemain Diaspora yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
Olahraga29 minutes ago

Jelang Piala Asia 2027, Ini Daftar 7 Pemain yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong
Berita48 minutes ago

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Kebakaran Pemukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus
Berita55 minutes ago

Kebakaran Permukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita1 hour ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti1 hour ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi2 hours ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal2 hours ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga2 hours ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional2 hours ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi4 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi4 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga4 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral4 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Trending