Connect with us

Berita

Jamin Kesehatan Pemudik Lebaran 2025, Pemkab Bogor Terjunkan 2.592 Nakes

Pemkab Bogor siagakan 2.592 tenaga kesehatan di 18 pos terpadu untuk layani pemudik selama libur Lebaran 2025, dengan layanan medis 24 jam dan rujukan darurat.

Logompn

Published

on

Jamin kesehatan pemudik lebaran 2025, pemkab bogor terjunkan 2.592 nakes
Bupati Bogor, Rudy Susmanto saat meninjau persiapan tenaga medis (nakes) di Pos pengamanan terpadu mudik lebaran. Gambar : MPN Indonesia/Dimas

MPN Indonesia 27 Maret 2025 - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor mengerahkan 2.592 tenaga kesehatan untuk mendukung pengamanan kesehatan pemudik selama masa libur Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.

Kebijakan ini diterapkan mulai Rabu (26/3), dengan melibatkan tenaga medis dari 101 puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Bogor.

Pengamanan Kesehatan Pemudik Melalui 18 Pos Terpadu

Tenaga kesehatan yang dikerahkan terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan sopir ambulans.

Mereka akan ditempatkan di 18 Pos Pengamanan Terpadu yang berada di titik-titik strategis Kabupaten Bogor.

Posko ini bertujuan untuk memberikan layanan medis darurat, pemeriksaan kesehatan, dan dukungan ambulans selama periode mudik Lebaran 2025, sebagai bagian dari kebijakan pemerintah di bidang kebijakan kesehatan.

Petugas medis akan bertugas selama 16 hari dengan sistem kerja tiga shift per hari, tiga orang per shift. Posko akan beroperasi selama 24 jam untuk memastikan kesiapan layanan sepanjang waktu.

Kolaborasi dengan Lintas Instansi

Menurut Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty, penyelenggaraan posko kesehatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Polres Bogor dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor.

Posko kesehatan difokuskan pada jalur utama yang dilalui pemudik, sehingga dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan secara cepat dan tepat.

“Dengan adanya 2.592 tenaga kesehatan yang siaga, kami berharap dapat memberikan pelayanan terbaik dan respons cepat terhadap berbagai kemungkinan kebutuhan medis,” ujar dr. Fusia Meidiawaty kepada MPN Indonesia, pada Rabu (26/3).

Baca Juga:  Menhub Imbau Pemudik untuk WFA demi Kurangi Kepadatan saat Puncak Arus Balik

Layanan Medis Darurat dan Rujukan

Tenaga kesehatan di posko mudik akan menangani berbagai kebutuhan, mulai dari pemeriksaan kesehatan ringan, pemberian obat-obatan, hingga penanganan kegawatdaruratan. Jika diperlukan, pasien akan dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor juga telah bekerja sama dengan sejumlah rumah sakit seperti RSUD Ciawi, RSUD Leuwiliang, dan RSUD Cileungsi.

Sebagai tambahan, kerja sama dengan Pusat Layanan Kesehatan (PSC) memungkinkan evakuasi medis tanpa biaya bagi pemudik yang membutuhkan perawatan lebih lanjut.

Petugas PSC akan memberikan bantuan di berbagai lokasi, termasuk jalan tol dan luar area posko.

Fasilitas Kesehatan Tetap Beroperasi Selama Libur

Di luar posko mudik, fasilitas kesehatan seperti puskesmas, klinik utama, dan rumah sakit di Kabupaten Bogor tetap beroperasi selama masa cuti bersama dan libur Lebaran.

Tercatat 30 puskesmas menyediakan layanan 24 jam, sementara 28 puskesmas lainnya menyediakan layanan PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) untuk kondisi darurat ibu dan bayi.

Selain layanan konvensional, Pemkab Bogor juga menyediakan terapi akupresur di beberapa posko, seperti di wilayah Ciawi dan Cigombong.

Layanan ini dapat dimanfaatkan secara gratis oleh pemudik yang mengalami kelelahan selama perjalanan.

Imbauan bagi Pemudik

dr. Fusia Meidiawaty mengimbau masyarakat agar menjaga kesehatan selama perjalanan dan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan.

Menurutnya, sistem jaminan kesehatan nasional memungkinkan pemudik untuk mengakses layanan medis di mana saja, baik di tempat tinggal maupun di daerah tujuan mudik.

“Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan memastikan keselamatan kesehatan pemudik selama periode arus mudik dan libur Idul Fitri ini,” jelasnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending