Berita
Jenazah Pramugari Korban Pesawat ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi
Jenazah pramugari korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 berhasil dievakuasi oleh tim SAR.
Sulawesi Selatan, MPN Indonesia 21 Januari 2026 - Jenazah pramugari korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 berhasil dievakuasi oleh tim SAR dan tiba di Posko Operasi SAR Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan pada Selasa (20/1) pukul 20.05 Wita.
Jenazah tersebut ditemukan sehari sebelumnya, Senin (19/1), sekitar pukul 14.00 Wita di jurang dengan kedalaman sekitar 500 meter.
Kasi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa jenazah tersebut sempat ditarik ke puncak gunung sebelum dibawa turun menuju Pos 5 pendakian, dan akhirnya tiba di pintu masuk jalur pendakian Gunung Bulusaraung.
Setibanya di lokasi, jenazah langsung dibawa ke Posko DVI. Jenazah pramugari tersebut dievakuasi dalam kondisi terbungkus kain hijau army dan dibawa menggunakan tandu.
Proses Evakuasi Jenazah
Jenazah pramugari tersebut ditemukan oleh Tim SAR SRU 1 yang terdiri dari 18 personel, termasuk Serda Marinir Syamsul Alam dari Yonmarhanlan Makassar dan anggota SAR ARAI Sulsel.
“Kita temukan sekitar jam 2 siang,” ujar Syamsul saat berada di Pos AJU Basarnas Makassar, Senin (19/1) malam.
Kondisi saat penemuan sangat tidak mendukung. Cuaca berkabut tebal dan medan yang curam menyulitkan evakuasi.
“Cuacanya sangat berkabut, jalan sangat terjal curam,” jelas Syamsul.
Setelah penemuan, jenazah ditutup sementara dan sekitar pukul 15.00 Wita tim pembawa kantong jenazah tiba untuk proses selanjutnya.
Syamsul menjelaskan bahwa proses evakuasi dilakukan ke arah puncak Gunung Bulusaraung sebelum dibawa ke Pos Basarnas.
“Jadi dari puncak dulu, baru turun ke sini (Pos Basarnas Desa Tompobulu),” katanya.
Ade dari tim SAR BPBD Kota Makassar mengatakan kondisi korban saat ditemukan tersangkut di dua sela pohon dan masih dalam keadaan utuh.
Ia juga menyampaikan bahwa serpihan pesawat ditemukan di sekitar lokasi penemuan korban, termasuk kepala pesawat, mesin dan ban pesawat, serta serpihan ekor di atas posisi jenazah dengan jarak sekitar 200 meter.
Korban diketahui mengenakan baju hitam, celana hitam, dan sepatu kats hitam.
Berdasarkan data di Pos Basarnas Makassar, terdapat dua korban berjenis kelamin perempuan yang merupakan kru pesawat, yaitu Florencia Lolita dan Esther Aprilita.
Setelah dievakuasi dari lokasi kecelakaan, jenazah pramugari kemudian dibawa ke RS Bhayangkara, Jalan Kumala, Kota Makassar menggunakan ambulans milik TNI dan tiba pada Selasa malam (20/1) pukul 22.28 Wita.
Proses serah terima dilakukan kepada tim DVI Biddokkes Polda Sulsel dan disaksikan oleh sejumlah keluarga korban kecelakaan pesawat tersebut.
Penemuan Jenazah Pertama
Sebelumnya, jenazah yang berjenis kelamin pria ditemukan lebih dahulu pada Minggu (18/1) pukul 14.20 Wita di jurang dengan kedalaman 200 meter dari puncak Gunung Bulusaraung.
Jenazah ini baru tiba di Lanud Hasanuddin, Maros pada Rabu pagi (21/1) setelah kondisi cuaca memungkinkan evakuasi udara.
“Alhamdulillah, cuaca hari ini mendukung untuk dilakukan evakuasi, maka dari itu Dolphin dari Basarnas (heli) HR-3601 berangkat ke Lampeso (Kabupaten Maros),” kata Andi Sultan pada Rabu (21/1).
Tim SAR menjelaskan jenazah korban pertama mengalami kendala evakuasi karena faktor medan yang lebih sulit dibanding lokasi penemuan jenazah korban pramugari.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
