Connect with us

Berita

Kasus Dugaan Keracunan MBG, Pemkot Bogor Pastikan Tanggung Biaya Pengobatan

Wakil Wali Kota Bogor mendatangi dapur SPPG di Bosowa Bina Insani, Tanah Sareal, Jumat (9/5) siang.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 05 10t134323.958
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin datangi dapur SPPG di Bosowa Bina Insani, Sukadamai, Tanah Sareal, Jumat (9/5) | Gambar : MPN Indonesia/Dimas

MPN Indonesia 10 Mei 2025 - Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mendatangi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bosowa Bina Insani, Sukadamai, Tanah Sareal, Jumat (9/5) siang.

Hal itu dilakukan setelah diketahui adanya siswa, guru, dan orang tua murid yang diduga menjadi korban keracunan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Jenal Mutaqin mengatakan bahwa Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor langsung melakukan pemeriksaan terhadap beberapa sampel usai menerima laporan.

“Pemeriksaan dilakukan terhadap makanan, kemudian ompreng, air yang digunakan untuk memasak, dan satu lagi sampel muntahan dari pasien,” ujar Jenal kepada MPN Indonesia.

“Itu sedang diperiksa di Labkesda, yang insyaallah hari Minggu mudah-mudahan sudah bisa diketahui penyebabnya,” imbuhnya.

Komitmen Pemkot

Jenal ingin memastikan bahwa kejadian serupa tidak terjadi dan tidak terulang kembali di Kota Bogor.

Ia pun menegaskan bahwa Pemkot Bogor bertanggung jawab terhadap anak-anak di Kota Bogor, baik itu dalam mengenyam pendidikan atau mendapatkan program nasional.

Demi meraih itu, menurutnya, anak-anak tersebut harus memiliki rasa aman dan nyaman.

“Kami terus memberikan semangat kepada para pasien, termasuk memastikan biaya pengobatan ditanggung oleh Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kesehatan,” ujar Jenal.

SOP di Dapur Bina Insani Sudah Sesuai Aturan

Pada kesempatan itu, Jenal menyebutkan bahwa dari sisi standar operasional prosedur (SOP), dapur tersebut telah memenuhi ketentuan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurutnya, tidak mungkin dapur Bina Insani bisa memproduksi MBG jika dari awal tidak memenuhi SOP dari BGN.

“Tidak mungkin dapur ini lolos kalau dari sisi peralatan tidak sesuai dengan SOP yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional. Higienitas dan kebersihan, saya rasa itu wajib,” ujarnya.

Baca Juga:  Momen Haru, Siswa SMPN 1 Prabumulih Sambut Kembali Kepsek yang Tak Jadi Dicopot dari Jabatannya

(DIM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending