Connect with us

Berita

Kayu Gelondongan Hanyut saat Banjir Bandang di Sumut, WALHI Singgung Masalah Deforestasi

Manajer Advokasi dan Kampanye Walhi Sumut, Jaka Kelana Damanik, menilai peristiwa banjir bandang di Sumut juga hasil dari campur tangan manusia.

Logompn

Published

on

Kayu gelondongan hanyut saat banjir bandang di sumut
Kayu Gelondongan Hanyut saat Banjir Bandang di Sumut | Gambar: Kolase TikTok/@tuannapaor

MPN Indonesia 27 November 2025 - Banjir bandang dan tanah longsor tengah melanda sejumlah wilayah di Sumatra Utara (Sumut) sejak Senin (24/11).

Bukan semata karena hujan, Manajer Advokasi dan Kampanye Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut, Jaka Kelana Damanik, menilai peristiwa tersebut juga hasil dari campur tangan manusia.

“Fakta di lapangan menunjukkan adanya campur tangan manusia yang signifikan. Padahal saat banjir tiba, terlihat banyak kayu-kayu terbawa air,” katanya dikutip MPN Indonesia dari Tribun Medan, Kamis (27/11).

Ia mengungkap bahwa kerusakan ekosistem hutan Batang Toru yang terletak di wilayah Tapanuli Selatan, Tengah, dan Utara ini terlihat dari citra satelit.

“Jika dilihat dari citra satelit, tampak kondisi hutan yang gundul di sekitar lokasi bencana,” kata Jaka.

Singgung Masalah Deforestasi

Dalam beberapa video yang beredar di media sosial, banjir di wilayah Sumut turut diwarnai dengan potongan gelondongan kayu yang ikut terseret arus.

Seperti unggahan akun TikTok @tuannapaor, misalnya, banjir terlihat merendam area permukiman warga hingga setinggi atap.

Ratusan batang kayu juga tampak berserakan mengikuti arus banjir.

Jaka menduga, bencana banjir ini diperparah oleh pemerintah yang memberi izin kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah ekosistem Batang Toru.

“Laju deforestasi di wilayah ini sulit dibendung karena perusahaan-perusahaan yang beraktivitas di ekosistem Batang Toru melakukan penebangan pohon dengan berlindung dibalik izin yang dikeluarkan pemerintah,” ungkapnya. 

Banjir Bandang Sumut Tewaskan 34 Warga

Hingga Rabu (26/11), Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan mencatat 175 korban terdampak di 12 kabupaten.

“Pada 24-26 November 2025 telah terjadi bencana alam di Sumatera Utara. Untuk jumlah korban totalnya mencapai 175 orang dengan rincian meninggal dunia 34 orang, luka ringan 77 orang, luka berat 11 orang, dalam pencarian 52 orang dan jumlah pengungsi sebanyak 1.168 orang,” jelasnya, Kamis (27/11).

Baca Juga:  Banjir Rob Terjang 16 RT di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu

Adapun kabupaten kota yang terdampak banjir dan longsor ini, meliputi Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Tapanuli Utara, Kota Sibolga, Nias, Nias Selatan, Pakpak Bharat, Serdang Bedagai, Humbang Hasundutan, dan Kota Padangsidimpuan, dan Langkat.

Wilayah Batang Toru di Tapanuli Selatan menjadi salah satu lokasi terparah terdampak, di mana dua prajurit TNI turut menjadi korban saat berupaya mengevakuasi warga yang terdampak arus banjir.

(AKM/NID/RAD)

Trending