Connect with us

Berita

Kebakaran Hutan di Gunung Rinjani Hanguskan 36 Hektare Lahan

Kebakaran melanda kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, Lombok Timur, membakar 36 hektare lahan. Petugas gabungan berhasil memadamkan api tanpa ganggu pendakian.

Logompn

Published

on

Kebakaran hutan di gunung rinjani hanguskan 36 hektare lahan
Kebakaran Hutan di Gunung Rinjani Hanguskan 36 Hektare Lahan. Gambar : Instagram/@btn_gn_rinjani

Nusa Tenggara Barat, MPN Indonesia 21 Oktober 2025 - Kebakaran hutan terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), sejak Kamis (16/10) hingga Minggu (19/10).

Api menghanguskan total 36 hektare lahan di wilayah konservasi, tepatnya di Hutan Rangga Pande dan Gelogor Paok, Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun.

Kepala Balai TNGR, Yarman Waru, menjelaskan bahwa area terbakar secara langsung mencapai 10 hektare, namun dampak kebakaran meluas hingga 35 hektare.

“Memang total kebakaran ada 10 hektare, tapi yang terdampak 35 hektare. Artinya, tidak terbakar tapi efek dari bekas kobaran api itu luas,” ujar Yarman kepada wartawan di Mataram pada Senin (20/10).

Kebakaran pertama kali terdeteksi di Gelogor Paok pada Kamis (16/10), membakar semak, rumput, perdu, dan dedaunan kering.

Api kembali muncul di Hutan Rangga Pande pada Jumat (17/10), sebelum berhasil dikendalikan dua hari kemudian oleh petugas gabungan.

Tim Gabungan Hadapi Medan Sulit

Penanganan kebakaran dilakukan oleh tim gabungan dari Balai TNGR, Dalkarhutla Jabalnusra, kepolisian, TNI, dan Masyarakat Peduli Api.

Mereka menghadapi berbagai kendala, seperti medan terjal, angin kencang, dan vegetasi kering yang mempercepat penyebaran api.

“Upaya dimulai sejak pagi (Sabtu), menyusuri titik-titik bara, memadamkan api, hingga memastikan kawasan kembali aman,” kata Yarman.

Kebakaran tercatat terjadi di dua titik utama, yakni Hutan Rangga Pande dan Gelogor Paok, Desa Sembalun Lawang.

Jenis vegetasi yang terbakar meliputi semak, rumput, perdu, dedaunan kering, pohon bakbakkan, cemara gunung, saropan, dan Acacia decurrens.

Yarman menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan kebakaran permukaan dan tidak menjalar ke lapisan bawah tanah. Penyebab kebakaran masih diselidiki.

Baca Juga:  Karhutla di Papua: 2.496 Hektare Lahan Terbakar, Fakfak Paling Parah

“Tim saya lagi melihat juga di lapangan, mudah-mudahan sudah bisa dapat informasi valid,” jelasnya.

Ia juga tidak menutup kemungkinan adanya unsur kesengajaan.

Aktivitas Pendakian Masih Normal

Cuaca panas dan angin kencang turut memperburuk kondisi di lapangan.

Yarman mengimbau masyarakat serta wisatawan untuk berhati-hati dan tidak menyalakan api di kawasan hutan.

“Kami minta kewaspadaan menjaga aktivitas di area kebakaran. Jika ada informasi titik api, segera dilaporkan ke kami,” tambahnya.

Meski kebakaran terjadi, aktivitas pendakian di Gunung Rinjani tetap berlangsung normal.

“Mudah-mudahan tidak ada api lagi, baik di kawasan hutan dan jalur pendakian yang dapat mengganggu aktivitas pendakian,” tutup Yarman.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending