Connect with us

Berita

Karhutla di Papua: 2.496 Hektare Lahan Terbakar, Fakfak Paling Parah

Karhutla Papua Barat sepanjang 2026 mencapai 2.496,39 hektare. Fakfak menjadi wilayah paling terdampak dengan luas kebakaran 2.171,35 hektare.

Logompn

Published

on

Karhutla di Papua 2.496 Hektare Lahan Terbakar, Fakfak Paling Parah
Karhutla di Papua 2.496 Hektare Lahan Terbakar, Fakfak Paling Parah. Gambar: Dok. Ilustrasi Canva

Papua, MPN Indonesia 26 Agustus 2026 - Dinas Kehutanan (Dishut) Papua Barat mencatat kebakaran hutan dan lahan di Papua Barat mencapai 2.496,39 hektare sepanjang 2026.

Kabupaten Fakfak menjadi wilayah dengan area terbakar terluas sejak 31 Juli 2026.

Data tersebut berasal dari aplikasi SiPongi+ Kementerian Kehutanan dan disampaikan dalam rapat pembentukan satuan tugas penanganan Karhutla di Manokwari pada Senin (24/8).

“Kondisi Karhutla di Fakfak paling besar dibanding kabupaten lainnya di Papua Barat,” kata Kepala Dishut Papua Barat Jimmy Walter Susanto pada keterangan resmi.

Selain Fakfak, kebakaran juga tercatat terjadi di sejumlah kabupaten lain.

Data SiPongi+ menunjukkan luasan area terdampak, seperti:

  1. Fakfak: 2.171,35 hektare
  2. Teluk Bintuni: 223,51 hektare
  3. Manokwari Selatan: 34,35 hektare
  4. Pegunungan Arfak: 33,61 hektare
  5. Manokwari: 33,54 hektare

Menurut Jimmy, hampir 87 persen luas Karhutla di Papua Barat berada di wilayah tersebut.

Luas Karhutla Meningkat Sepanjang 2026

Dishut Papua Barat mencatat kejadian Karhutla berlangsung pada beberapa periode selama 2026.

Juli menjadi bulan dengan luas area terbakar paling besar dibanding bulan lainnya.

Rincian luas lahan terdampak berdasarkan periode, yaitu:

  • Januari: 55,12 hektare
  • April: 1,08 hektare
  • Juni: 472,08 hektare
  • Juli: 1.968,11 hektare

Akumulasi dari seluruh periode tersebut mencapai 2.496,39 hektare.

Angka itu lebih tinggi dibandingkan luas Karhutla pada 2025 yang tercatat 1.228,71 hektare.

Area Penggunaan Lain Menjadi Lokasi Terluas Terdampak

Berdasarkan fungsi kawasan, area penggunaan lain (APL) menjadi lokasi dengan luasan terdampak terbesar.

Data Dishut Papua Barat mencatat penyebaran luas kebakaran hutan berdasarkan status kawasan, yakni:

  1. Areal penggunaan lain (APL): 1.558,53 hektare
  2. Hutan produksi: 363,70 hektare
  3. Hutan produksi terbatas: 308,40 hektare
  4. Hutan produksi konversi: 229,25 hektare
  5. Hutan lindung: 36,51 hektare
Baca Juga:  Cagar Alam Merapi Ungup Ungup Kebakaran, TWA Kawah Ijen Terancam Ditutup Sementara

Data tersebut menunjukkan sebagian besar area terdampak berada di luar kawasan hutan lindung.

Penyebaran terjadi pada berbagai fungsi kawasan di Papua Barat.

Titik Api Menyebar ke Seluruh Kabupaten

Perkembangan terbaru menunjukkan penyebaran titik api semakin meluas.

“Data SiPongi+ terbaru per 23 Agustus pukul 16.00 WIT menunjukkan titik api sudah menyebar ke seluruh kabupaten di Papua Barat,” jelas Jimmy.

Seiring kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Barat menerbitkan Surat Edaran Gubernur Papua Barat Nomor 100.3.4.1 tertanggal 26 Juli 2026.

Surat edaran tersebut memuat langkah kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan serta mengantisipasi potensi El Nino, kemudian disebarkan ke tujuh kabupaten.

Satgas Dibentuk untuk Memperkuat Penanganan

Pemerintah Provinsi Papua Barat juga membentuk satuan tugas penanganan Karhutla yang melibatkan berbagai unsur, termasuk TNI dan Polri.

Satgas dibentuk untuk memperkuat upaya pencegahan dan mempercepat penanganan apabila ditemukan titik api.

“Tim kami sudah melakukan patroli, termasuk ikut melakukan pemadaman api di Manokwari Selatan dan Fakfak,” ucap Jimmy.

Panglima Kodam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru mengatakan, kendaraan pemadam kebakaran disiapkan untuk dukung penanganan Karhutla di Papua Barat.

Personel TNI, kepolisian, dan pemerintah daerah disiagakan untuk identifikasi titik api yang berpotensi berkembang jadi kebakaran hutan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

“Kami juga mengimbau agar masyarakat tidak membuka kebun dengan cara membakar atau membuang puntung rokok sembarangan,” ucap Christian dalam keterangan resmi.

Per 23 Agustus 2026, data SiPongi+ mencatat terdapat 373 titik api yang telah menyebar ke seluruh kabupaten di Papua Barat.

(AKM/NID/RAD)

Trending